Film Toy Story 5 bakal mengangkat rumor kedekatan anak dengan teknologi. Tom Hanks menyebut kejadian kecanduan layar ini menerbitkan 'teror di dalam hati'.(IMDB)
AKTOR senior Amerika Serikat, Tom Hanks, mengungkapkan movie terbaru Toy Story 5 bakal menyoroti masalah kecanduan anak-anak terhadap gawai (screen time). Menurutnya, rumor sosial tersebut sekarang telah memicu "teror di dalam hati" bagi banyak orangtua.
Dalam sekuel kelima waralaba animasi terkenal ini, karakter ikonik seperti Woody, Buzz, dan Jessie kudu menghadapi ancaman baru dari sebuah tablet berbentuk katak berjulukan Lilypad. Gadget baru ini dikisahkan sukses memikat dan mengalihkan perhatian anak-anak pemilik mainan tersebut.
Hanks mengatakan para pemeran sangat memahami alur cerita ini lantaran mereka semua pernah merasakan hilangnya kesukaan dari generasi muda saat ini. "Ini adalah masalah generasi," ujarnya kepada David Sillito dari BBC. "Di mana satu generasi mempunyai barang ini nan mendefinisikan mereka secara teknologi di masyarakat, dan mereka mencurahkan segalanya ke dalamnya."
Aktor peraih Oscar tersebut juga menyoroti salah satu segmen emosional dalam film. "Ada sebuah momen dalam movie di mana kami memandang ke arah lanskap kota dan kami memandang sinar biru dari ponsel di dalam bilik tidur dan semacamnya, dan itu betul-betul memicu teror ke dalam hati," tambah Hanks.
Dalam movie nan dijadwalkan rilis akhir bulan ini, Hanks kembali bekerja-sama dengan Tim Allen (Buzz Lightyear) dan Joan Cusack (Jessie). Sementara itu, bintang movie Past Lives, Greta Lee, berasosiasi sebagai pengisi bunyi karakter antagonis baru, Lilypad. Berbeda dengan musuh-musuh di movie sebelumnya seperti boneka beruang Lotso alias tetangga usil Sid, ancaman teknologi dalam Toy Story 5 membawa bentrok ke medan pertempuran nan sangat dekat dengan realitas para orang tua saat ini.
Tim Allen turut menceritakan pengalaman pribadinya berbareng sang putri nan sekarang beranjak remaja. Menurutnya, anak-anak era sekarang kesulitan konsentrasi menonton movie berdurasi dua jam lantaran terlalu terbiasa dengan konten singkat berdurasi tujuh detik di media sosial seperti Instagram.
"Dia sebenarnya memandang sebuah movie layar lebar dan berkata, 'Aku paham! Dia bakal menjadi penjahatnya dan mereka bakal melakukan ini'," kenang Allen saat putrinya menebak alur sebuah movie di bioskop dengan cepat. "Kami sempat berdebat kecil, saya berkata, 'Mulai sekarang, jika kita pergi ke bioskop, kita tonton filmnya, dan Anda bisa [mengeluh] tentang perihal itu setelahnya'. Tapi dia tidak salah."
Kendati mengangkat rumor nan relevan bagi orang tua, Joan Cusack meyakini bahwa perdebatan mengenai teknologi ini bakal selalu berulang di setiap generasi. Hal senada diakui oleh Allen nan mengenang masa mudanya ketika orang tuanya mengeluhkan kebiasaannya nan selalu mendengarkan radio FM alias menonton televisi.
"Segera setelah saya berbicara 'letakkan ponsel itu', saya ingat orang tua saya berbicara 'matikan musik itu'," banyolan Allen. Rangkaian movie Toy Story sendiri telah meraih sukses besar sejak debut pertamanya sebagai movie animasi komputer penuh pertama pada tahun 1995 silam. (BBC/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·