Tol Trans Jawa Tembus Banyuwangi, Ini Kekhawatiran Bos ASDP

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kemacetan nan berulang di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk kembali menjadi sorotan. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menilai persoalan tersebut berpotensi semakin berat seiring bertambahnya volume kendaraan dan rencana jalan tol menuju Banyuwangi.

Perusahaan menyatakan persoalan antrean panjang bukan hanya berangkaian dengan operasional kapal, namun juga menyangkut keterbatasan kapabilitas pelabuhan dan area penyangga kendaraan.

"Dua pelabuhan strategis ialah Ketapang dan Gilimanuk nyaris setiap tahun selalu ada rumor kemacetan nan luar biasa, baik saat Natal dan Tahun Baru, Lebaran maupun musim liburan sekolah," kata Heru Widodo dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (24/6/2026).

ASDP mengungkapkan lonjakan kendaraan pada periode puncak membikin kapabilitas eksisting mendekati pemisah maksimum. Situasi itu diperparah oleh keterbatasan lahan parkir dan ruang pengembangan pelabuhan.

"Yang kami khawatirkan adalah ketika kelak jalan tol sudah langsung tersambung ke Banyuwangi. Tol belum tersambung saja kemacetannya sudah luar biasa, apalagi jika kelak sudah tersambung penuh," ujarnya.

Tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi). (Dok. Hutama Karya)Tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi). (Dok. Hutama Karya) Foto: Tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi). (Dok. Hutama Karya)

Di saat bersamaan, operator penyeberangan juga menghadapi akibat kebijakan pelarangan kapal Landing Craft Tank (LCT) untuk mengangkut penumpang pasca kejadian kecelakaan kapal beberapa waktu lalu.

"Kalau kapal LCT dilarang beraksi maka kapabilitas angkut bakal semakin berkurang. Sementara kapal terbesar nan beraksi di Ketapang-Gilimanuk saat ini kapasitasnya hanya sekitar 2.000 GT dan selebihnya di bawah 1.000 GT," kata Heru.

Pulau Jawa bakal terhubung jaringan tol dari ujung barat tepatnya di bibir Selat Sunda hingga ke Banyuwangi, Jawa Timur. Sebab, pemerintah bakal mempercepat pembangunan 2 proyek tol di masing-masing di ujung barat Jawa ialah Tol Serang-Panimbang dan ujung timur Jawa ialah Tol Probolinggo-Banyuwangi.

Jawa terhubung dengan proyek besar Tol Trans Jawa, membentang dari Merak, Banten, hingga Banyuwangi. Hingga saat ini, total baru ada sekitar 20 ruas jalan tol nan telah beroperasi, nan menghubungkan Merak-Pasuruan dengan panjang mencapai 1.056,38 Km. Sedangkan dalam rencana besarnya, jaringan jalan tol nan terbentang dari ujung barat hingga timur Jawa ini bakal mempunyai panjang hingga 1.232,78 Km.

Kini, Tol Probolinggo-Banyuwangi menjadi salah satu warisan pemerintahan era Jokowi ke era Prabowo. Adapun saat ini, penyelesaian pembangunannya difokuskan untuk bangunan tahap 1 ruas Gending-Besuki sepanjang 49,7 Km nan ditargetkan bisa rampung pada 2026 mendatang.

(fys/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News