Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) motor listrik di Indonesia saat ini sudah mencapai rata-rata 47,5 persen. Angka tersebut berasal dari 98 produk kendaraan listrik roda dua dan roda tiga nan telah mengantongi sertifikat TKDN.
Berdasarkan info Pusat P3DN Kementerian Perindustrian per 22 Juli 2026, capaian TKDN kendaraan listrik roda dua dan roda tiga berada pada rentang 27 persen hingga 74,27 persen.
Secara keseluruhan, terdapat 48 perusahaan dengan total 213 produk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) nan telah mendapatkan sertifikat resmi TKDN. Khusus segmen roda dua dan roda tiga, jumlahnya mencapai 31 perusahaan dengan 98 produk.
Rata-rata TKDN sebesar 47,5 persen tersebut sudah melampaui pemisah minimum nan ditetapkan pemerintah untuk tahun 2026, ialah sebesar 40 persen.
Namun, pemisah tersebut bakal kembali naik dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintah menetapkan sasaran minimum TKDN KBLBB sebesar 60 persen untuk periode 2027-2029. Setelah itu, mulai 2030, sasaran minimum TKDN kendaraan listrik bakal kembali meningkat menjadi 80 persen.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, peningkatan kandungan lokal diperlukan agar pertumbuhan kendaraan listrik ikut mendorong perkembangan industri di dalam negeri.
“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar kendaraan listrik, tetapi kudu menjadi pedoman produksi dan pengembangan teknologi kendaraan listrik nan mempunyai daya saing global,” kata Agus melalui keterangan resmi nan diterima kumparan, Jumat (14/8/2026).
Agus mengatakan, penggunaan komponen lokal nan semakin besar juga dapat memberikan akibat terhadap investasi, penguasaan teknologi, dan aktivitas industri di dalam negeri.
“Kita mau setiap peningkatan penggunaan kendaraan listrik memberikan multiplier effect sebesar-besarnya bagi perekonomian nasional. Artinya, semakin banyak kendaraan listrik digunakan masyarakat, semakin besar pula komponen nan diproduksi di Indonesia, investasi nan masuk, teknologi nan kita kuasai, serta aktivitas industri nan tumbuh di dalam negeri,” ujarnya.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·