Jakarta -
Pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis terus dimatangkan. Calon Kepala Eksekutif Pengawas BMKS, Sarjito, mengusulkan agar BMKS ini menjadi bursa tunggal agar jauh lebih efisien.
Sarjito mengatakan perihal tersebut berkaca pada bursa-bursa komoditas di bumi nan mempunyai satu bursa, seperti Inggris, China, hingga Singapura.
"Mungkin menurut saya tunggal. London Metal Exchange, only one, Singapore Futures Exchange, Chicago Mercantile Exchange, Shanghai Futures Exchange, itu juga tunggal. Lebih efisien," ujar Sarjito saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait keberadaan bursa swasta nan sudah ada sebelumnya, seperti ICDX, Sarjito menyebut bakal diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) nan tetap disiapkan oleh pemerintah. Perpres tersebut juga bakal mengatur komoditas-komoditas nan bakal diperdagangkan di BMKS.
"Makanya kelak Perpres-nya kan bakal menjelaskan mineralnya itu apa aja, komoditas strategisnya apa aja. Dan kelak di POJK-nya juga bakal kelihatan," jelas ia.
Ia pun menutup kemungkinan alan dilakukan penataan ulang serta pertimbangan secara menyeluruh. Namun, Sarjito memastikan sistem perdagangan melangkah mulus tanpa hambatan.
"Player-nya, market player-nya di bisa jadi kita pertimbangan lagi semuanya. Tapi kan transaksi kudu mulus dan apa namanya? nan enggak boleh ada nan pending, kan gitu ya. nan sudah terjadi di tempat lain, ya carry over, kan gitu ya. Tapi tentu dengan perbaikan-perbaikan sesuai dengan arah Presiden, agar bursa ini itu very credible," beber ia.
Ia juga menegaskan pentingnya pembersihan dari praktik-praktik terlarangan demi menjaga kredibilitas bursa baru sejak awal berdiri.
"Ya, termasuk mungkin pelakunya juga kita bakal lakukan evaluasi. Bisa jadi fit and proper test ulang, kita enggak boleh lagi ada namanya illegal agen dan sebagainya. Itu bagian dari kerja saya di masa lampau di Satgas. Jadi, saya bakal sangat keras jika ada edukasi kepada promosi kepada masyarakat, tapi menjebak," jelasnya.
(acd/acd)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·