Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Ini Contoh Modus Investasi Ilegal yang Perlu Diwaspadai

Sedang Trending 1 jam yang lalu

 Jangan Tertipu, Ini Contoh Modus Investasi Ilegal nan Perlu Diwaspadai

Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Ini Contoh Modus Investasi Ilegal nan Perlu Diwaspadai

JAKARTA - Di era digital, akses investasi semakin mudah melalui beragam aplikasi dan platform online. Namun, kemudahan ini juga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menjalankan investasi terlarangan nan menawarkan untung tinggi dalam waktu singkat.

Investor perlu waspada terhadap tawaran investasi nan terdengar terlalu menggiurkan. Tidak ada investasi nan bebas risiko, sehingga krusial untuk selalu melakukan pengecekan legalitas dan memahami produk sebelum menanamkan dana. MotionTrade telah merangkum beberapa contoh modus investasi terlarangan nan perlu diwaspadai investor, yaitu: 

1. Skema Ponzi (Piramida) 

Skema ponzi alias piramida adalah corak modus penipuan bodong nan perlu diwaspadai investor. Dalam modus ini, untung diperoleh bukan dari upaya usaha, tetapi dari biaya investasi penanammodal nan merupakan personil baru. Skema seperti ini biasanya melangkah lancar pada awalnya, tetapi bakal runtuh ketika jumlah penanammodal baru tidak lagi cukup untuk bayar penanammodal lama.

2. Binary Option

Binary option merupakan corak pertaruhan nan berkedok investasi. Banyak orang terjebak dengan langkah ini dan menganggap bahwa ini adalah bagian dari investasi. Binary option merupakan praktik bertaruh dengan naik turunnya nilai saham di mana pengguna kudu menebak apakah nilai suatu aset bakal naik alias turun dalam jangka waktu tertentu. Apabila tebakan benar, pengguna mendapat keuntungan. Jika salah, maka modal nan dipertaruhkan bakal hangus.

3. Skema Pump & Dump

Bentuk penipuan pada pasar saham dengan proses menggiring opini melalui publik figur untuk memanipulasi pasar saham sehingga terjadi lonjakan kenaikan nilai saham. Pelaku biasanya menargetkan saham murah alias perusahaan mini dengan likuiditas rendah. Saham jenis ini mudah digerakkan lantaran transaksi mini saja sudah cukup memicu kenaikan nilai signifikan. Setelah nilai naik dan minat penanammodal meningkat, pelaku melepas sahamnya secara masif. Aksi ini membikin nilai ambruk drastis dan meninggalkan penanammodal lain nan membeli di puncak dalam kondisi merugi.

 4. Pengumpulan Dana

Modus selanjutnya nan juga sering terjadi adalah pengumpulan biaya masyarakat oleh lembaga fiktif, nan berujung pada kasus penipuan. Pelaku biasanya menciptakan kesan seolah-olah kesempatan investasi hanya tersedia dalam waktu terbatas. Tujuannya agar calon penanammodal tidak mempunyai cukup waktu untuk melakukan riset dan verifikasi. Jika seseorang terus mendesak Anda untuk segera mentransfer dana, sebaiknya berhati-hati.

5. Grup Investasi Berbayar dengan Janji Profit

Saat ini banyak grup investasi di media sosial alias pesan instan nan menjanjikan rekomendasi saham alias aset tertentu dengan untung tinggi. Investor perlu berhati-hati terhadap pihak nan mengaku dapat memberikan untung pasti melalui sinyal alias rekomendasi investasi berbayar. 

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com