Tips Kelola Utang: Porsi Cicilan Maksimal 30 Persen dari Penghasilan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 Porsi Cicilan Maksimal 30 Persen dari Penghasilan Ilustrasi perencanaan keuangan.(Dok. Magnific)

MENJAGA kesehatan finansial di tengah ketidakpastian ekonomi memerlukan kedisiplinan dalam mengelola utang. Perencana keuangan dari Finante.id, Rista Zwestika CFP, WMI, menyarankan masyarakat untuk menjaga total angsuran utang agar tidak melampaui 30 persen dari penghasilan bulanan.

Menurut Rista, batas ini sangat krusial untuk mempertahankan kondisi keuangan nan sehat dan stabil. Porsi angsuran nan terlalu besar berisiko menggerus keahlian seseorang dalam memenuhi kebutuhan hidup pokok, menabung, berinvestasi, hingga menyiapkan biaya darurat.

"Secara umum, total angsuran sebaiknya tidak melampaui 30 persen dari penghasilan bulanan," ujar Rista di Jakarta, Senin (8/6).

Ia menjelaskan bahwa batas 30 persen memberikan ruang nan cukup bagi masyarakat untuk mengalokasikan pendapatan ke beragam kebutuhan lainnya, termasuk biaya hidup sehari-hari dan tujuan finansial jangka panjang. Keseimbangan antara tanggungjawab bayar utang dan kebutuhan hidup menjadi semakin krusial di tengah potensi kenaikan biaya hidup saat ini.

Waspada Jika Cicilan Tembus 40 Persen

Rista memberikan peringatan keras bagi masyarakat nan mempunyai porsi angsuran mendekati alias apalagi melampaui 40 persen dari pendapatan bulanan. Kondisi ini dinilai rawan lantaran dapat mempersempit ruang mobilitas finansial secara signifikan.

"Jika porsi angsuran sudah mendekati alias apalagi melampaui 40 persen, kondisi tersebut perlu diwaspadai lantaran dapat mengurangi elastisitas finansial dan meningkatkan akibat kesulitan finansial ketika terjadi perubahan kondisi ekonomi alias penurunan pendapatan," tambahnya.

Penting untuk Diperhatikan:

Sebelum mengambil angsuran baru, hitung seluruh tanggungjawab secara menyeluruh, meliputi:

  • Kredit Pemilikan Rumah (KPR)
  • Kredit kendaraan bermotor
  • Tagihan kartu kredit
  • Layanan pembiayaan digital alias paylater

Membangun Ketahanan Keuangan

Selain memperhatikan besaran cicilan, masyarakat didorong untuk tetap konsisten membangun biaya darurat dan menyisihkan sebagian pendapatan untuk investasi. Hal ini bermaksud agar perseorangan mempunyai ketahanan finansial dalam jangka panjang.

Rista menekankan bahwa pengelolaan utang nan bijak bukan berfaedah kudu menghindari angsuran sepenuhnya. Namun, intinya adalah memastikan setiap tanggungjawab nan diambil tetap berada dalam pemisah kondusif sehingga tidak mengganggu kebutuhan pokok maupun pencapaian tujuan finansial di masa depan.

Dengan menjaga porsi utang dalam kendali, masyarakat diharapkan dapat terhindar dari jeratan beban finansial nan berlebihan dan tetap bisa mengelola arus kas secara produktif menggunakan uang yang dimiliki. (Ant/H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia