Sejarah dan Peran 19 Raja di One Piece

Sedang Trending 49 menit yang lalu
Sejarah dan Peran 19 Raja di One Piece Mary Geoise(Doc IMDB)

Dalam semesta One Piece karya Eiichiro Oda, struktur kekuasaan tertinggi di bumi tidak muncul begitu saja. Jauh sebelum era bajak laut dimulai, terdapat sebuah peristiwa besar nan mengubah tatanan peradaban secara permanen.

Peristiwa tersebut melibatkan aliansi dari 20 kerajaan nan berasosiasi untuk meruntuhkan Kerajaan Kuno (Ancient Kingdom) selama masa nan dikenal sebagai Abad Kekosongan (Void Century).

Namun, sejarah mencatat sebuah anomali penting: meskipun ada 20 kerajaan nan beraliansi, hanya 19 raja nan akhirnya menetap di Mary Geoise dan menjadi leluhur dari kaum Naga Langit alias Tenryuubito. Artikel ini bakal mengulas secara mendalam sejarah, peran, dan misteri di kembali 19 Raja pendiri Pemerintah Dunia tersebut.

Asal-usul Aliansi 20 Kerajaan

Sekitar 800 tahun nan lalu, bumi One Piece terbagi dalam beragam kerajaan nan berdaulat. Berdasarkan info nan terungkap dalam arc Dressrosa dan Reverie, 20 kerajaan ini membentuk sebuah aliansi besar untuk melawan kekuatan Kerajaan Kuno nan dianggap sebagai ancaman bagi stabilitas bumi saat itu.

Setelah memenangkan perang besar tersebut, para raja ini memutuskan untuk menciptakan sebuah organisasi pusat nan bakal menjaga perdamaian dunia, nan sekarang kita kenal sebagai Pemerintah Dunia (World Government). Sebagai simbol kesetaraan dan janji bahwa tidak bakal ada satu orang pun nan menduduki takhta tertinggi, mereka menancapkan 20 senjata di sekitar "Takhta Kosong" (Empty Throne) di Kastil Pangea, Mary Geoise.

Mengapa Hanya 19 Raja?

Meskipun aliansi tersebut terdiri dari 20 kerajaan, hanya 19 family kerajaan nan memilih untuk meninggalkan negeri asal mereka dan pindah ke tanah suci Mary Geoise. Dengan pindah ke sana, mereka melepaskan status raja di negeri masing-masing dan mengangkat diri mereka sebagai "Naga Langit" (Tenryuubito), makhluk nan dianggap suci dan setara dengan dewa.

Satu family nan menolak untuk pindah adalah Keluarga Nefertari dari Kerajaan Alabasta. Ratu Nefertari Lili, nan memimpin Alabasta saat itu, memilih untuk tetap tinggal dan memerintah rakyatnya di Alabasta. Keputusan ini membikin Keluarga Nefertari dianggap sebagai pengkhianat oleh kaum Naga Langit lainnya, namun perihal ini juga nan menyelamatkan garis keturunan mereka dari dekadensi moral nan dialami para Tenryuubito.

Oleh lantaran itu, secara teknis hanya ada 19 pedang nan mewakili family pendiri di sekitar Takhta Kosong, lantaran Keluarga Nefertari tidak menancapkan pedang mereka sebagai tanda komitmen untuk tinggal di Mary Geoise.

Peran 19 Raja dalam Membentuk Dunia

Peran para raja ini sangat krusial dalam menentukan arah sejarah bumi One Piece. Berikut adalah beberapa peran utama mereka:

  • Penghapusan Sejarah: Setelah kemenangan mereka, 19 raja (bersama Nefertari Lili sebelum dia menghilang) bertanggung jawab atas penghapusan seluruh catatan mengenai Abad Kekosongan. Mereka melarang penelitian tentang Poneglyph untuk memastikan tidak ada nan mengetahui apa nan sebenarnya terjadi pada Kerajaan Kuno.
  • Pembentukan Struktur Hierarki: Mereka menciptakan sistem kelas di mana keturunan mereka berada di puncak piramida sosial. Hal ini memberikan kekuasaan absolut kepada Tenryuubito, termasuk kewenangan untuk memanggil Admiral Angkatan Laut jika mereka merasa terancam.
  • Sentralisasi Kekuasaan: Dengan menetap di Mary Geoise, mereka menjadikan Red Line sebagai pusat saraf politik dan ekonomi dunia, mengontrol arus info dan sumber daya melalui Pemerintah Dunia.

Daftar Keluarga nan Diketahui

Hingga saat ini, Eiichiro Oda belum mengungkap seluruh nama dari 19 family pendiri tersebut. Namun, beberapa nama besar telah dikonfirmasi dalam cerita:

Nama Keluarga Asal Kerajaan Status Saat Ini
Donquixote Dressrosa Gelar dicabut (kasus Doflamingo/Homing)
Figarland Tidak Diketahui Naga Langit (Pemimpin God's Knights)
Nerona Tidak Diketahui Diduga garis keturunan Imu-sama
Jaygarcia, Marcus Mars, dll Tidak Diketahui Lima Tetua (Gorosei)

Misteri Imu-sama dan Pengkhianatan Takhta Kosong

Meskipun 19 raja berjanji bahwa tidak bakal ada satu pun penguasa tunggal, kebenaran terbaru dalam cerita menunjukkan adanya sosok misterius berjulukan Imu-sama. Imu berasal dari Keluarga Nerona, salah satu dari 20 family pendiri asli.

Keberadaan Imu nan menduduki Takhta Kosong membuktikan bahwa janji kesetaraan nan dibuat oleh 19 raja lainnya telah dikhianati sejak awal alias dimanipulasi seiring berjalannya waktu. Imu tampaknya mempunyai umur panjang nan tidak wajar, memicu spekulasi bahwa dia adalah salah satu dari raja original nan hidup sejak 800 tahun lampau berkah operasi keabadian (Ope Ope no Mi).

Identitas 19 raja ini sangat berangkaian dengan "Will of D" nan dianggap sebagai musuh alami para dewa (Naga Langit). Sejarah mereka adalah kunci untuk memahami akhir dari perjalanan Luffy menuju One Piece.

Sejarah 19 raja ini bukan sekadar latar belakang cerita, melainkan fondasi dari bentrok utama di One Piece. Dengan terungkapnya identitas Imu dan peran Keluarga Figarland, kita semakin dekat untuk memahami gimana bumi nan "salah" ini terbentuk dan gimana Luffy bakal meruntuhkannya. (Z-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia