Tiongkok Uji Coba Rudal Balistik dari Kapal Selam di Pasifik, Picu Protes Keras Selandia Baru dan Australia

Sedang Trending 4 minggu yang lalu
Tiongkok Uji Coba Rudal Balistik dari Kapal Selam di Pasifik, Picu Protes Keras Selandia Baru dan Australia Militer Tiongkok meluncurkan rudal balistik strategis dari kapal selam di Samudra Pasifik. Uji coba langka ini langsung menuai kecaman dari negara tetangga.(Ministry of National Defense of China)

MILITER Tiongkok melakukan uji coba nan tergolong langka dengan meluncurkan rudal balistik dari kapal selam (SLBM) di Samudra Pasifik pada hari Senin. Langkah ini langsung memicu gelombang kritik dari Selandia Baru dan Australia nan menilai tindakan tersebut dapat menakut-nakuti perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Kapal selam Angkatan Laut Panglima Pembebasan Rakyat (PLA) dilaporkan meluncurkan rudal strategis nan membawa hulu ledak tiruan menuju laut lepas Samudra Pasifik, dan mendarat tepat di perairan nan telah ditentukan.

"Peluncuran uji coba ini merupakan bagian rutin dari agenda training militer tahunan Tiongkok," ujar Kapten Senior Wang Xuemeng, ahli bicara Angkatan Laut PLA. Ia menambahkan bahwa negara-negara mengenai telah diberi tahu terlebih dahulu.

"Operasi tersebut sesuai dengan norma dan praktik internasional, serta tidak menargetkan negara alias sasaran tertentu," lanjut Wang.

Meski Beijing tidak merinci jenis rudal nan diuji, Departemen Luar Negeri AS menyatakan pihaknya memantau peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) berkekuatan nuklir tanpa hulu ledak tersebut. AS pun mendesak Tiongkok untuk melakukan obrolan pengendalian senjata nan berarti, lantaran penumpukan senjata nuklir Tiongkok nan sigap dan buram sangat mengkhawatirkan area serta dunia.

Reaksi Keras Negara Tetangga

Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Winston Peters, menyatakan Tiongkok menembakkan rudal tersebut ke perairan Zona Bebas Nuklir Pasifik Selatan nan didirikan berasas Traktat Rarotonga tahun 1986.

"Hari ini, Tiongkok memberi tahu kami tentang rencananya untuk meluncurkan rudal balistik jarak jauh ke Pasifik Selatan," kata Peters.

"Selandia Baru menganggap ini sebagai perkembangan nan tidak menyenangkan dan memprihatinkan. Kami, seperti tetangga kami di negara-negara Pasifik lainnya, tidak tertarik pada tindakan Tiongkok nan menggunakan Pasifik Selatan sebagai tempat uji coba keahlian rudal," tegas Peters.

Kecaman serupa datang dari Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, nan menyebut uji coba tersebut dapat mengganggu stabilitas kawasan. Menurutnya, tindakan ini kudu dilihat dalam konteks pembangunan militer Tiongkok nan sigap namun kurang transparan.

Sementara itu, pemerintah Jepang menyatakan keprihatinan serius atas meningkatnya aktivitas militer Tiongkok dan mendesak Beijing untuk meninjau kembali pengetesan rudal balistik tersebut.

Secara global, uji coba rudal sebenarnya rutin dilakukan oleh negara-negara berkekuatan nuklir seperti AS, India, dan Rusia. Namun, tindakan Tiongkok meluncurkan rudal ke samudra terbuka tetap memicu kekhawatiran besar. Laporan Departemen Pertahanan AS menyebut PLA menganggap uji coba semacam ini sebagai opsi operasi pencegahan nuklir intensitas menengah hingga tinggi. (CNN/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia