Wang Yi (kanan) dan Abbas Araghchi.(Al Jazeera)
MENTERI Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, menegaskan komitmen Beijing untuk memperkuat perbincangan dan kerja sama dengan Iran serta melindungi hak-hak dan kepentingan sah negara tersebut. Pernyataan ini disampaikan Wang Yi saat berjumpa dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, di Beijing pada Rabu (16/9).
Pertemuan tingkat tinggi itu berlangsung hanya sepekan sebelum rencana kunjungan Presiden Tiongkok Xi Jinping ke Amerika Serikat. Dalam kunjungan tersebut, Xi dijadwalkan berjumpa dengan Presiden AS Donald Trump untuk membahas beragam rumor krusial, termasuk bentrok nan melibatkan Iran dan situasi keamanan di Selat Hormuz.
Seruan Menahan Diri dan Stabilitas Kawasan
Dalam pertemuan tersebut, Wang Yi menekankan pentingnya stabilitas di Timur Tengah. Ia mendorong Iran dan Amerika Serikat untuk tetap bersikap logis dan menahan diri guna mencegah eskalasi bentrok nan lebih luas.
"Kami mendesak semua pihak untuk mengambil langkah-langkah efektif guna membuka kembali Selat Hormuz sesegera mungkin," ujar Wang. Ia menambahkan bahwa Tiongkok sangat berupaya agar ketegangan regional tidak meluas hingga ke Yaman dan Laut Merah.
Lebih lanjut, Wang menyarankan agar Teheran dan Washington membangun kembali sistem negosiasi berasas konsensus nan dicapai sebelumnya. Menurutnya, situasi saat ini membuktikan bahwa arsitektur keamanan di Timur Tengah tetap belum memadai.
"Arsitektur keamanan nan ada saat ini perlu direformasi dan diperkuat. Tiongkok siap mempromosikan perdamaian, keadilan, dan kesetaraan di area tersebut," tegasnya. Ia menambahkan bahwa kebijakan Tiongkok terhadap Iran tetap konsisten dan stabil.
Konteks Hubungan Bilateral dan Tekanan AS
Pertemuan itu juga terjadi di tengah dinamika hubungan nan kompleks. Awal pekan ini, Beijing membantah laporan media AS nan menuduh entitas Tiongkok memasok gambaran satelit pangkalan militer AS di Yordania kepada Teheran. Selain itu, pada April lalu, Donald Trump sempat menyatakan telah menyurati Xi Jinping untuk meminta agar Tiongkok tidak menjual senjata ke Iran.
Terlepas dari tekanan internasional, Tiongkok tetap menjadi mitra ekonomi utama bagi Iran. Hingga saat ini, Beijing tercatat sebagai pembeli terbesar minyak mentah Iran nan memperkuat posisi strategis kedua negara dalam peta geopolitik global. (Al Jazeera/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·