Prambanan-Borobudur Jadi Ruang Ibadah, Taj Yasin Ungkap Potensi Wisata Religi

Sedang Trending 48 menit yang lalu
Prambanan hingga Borobudur resmi difungsikan sebagai ruang ibadah umat Hindu dan Buddha untuk dongkrak wisata religi dan ekonomi warga, Kamis (17/9/2026). Foto: Dok. Pemprov Jateng

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung penuh pemanfaatan Candi Prambanan, Borobudur, Mendut, dan Pawon sebagai ruang ibadah umat Hindu dan Buddha.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan antara pemerintah pusat, Pemprov Jawa Tengah, dan Pemprov DIY di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jakarta, Kamis, 17 September 2026.

Prambanan hingga Borobudur resmi difungsikan sebagai ruang ibadah umat Hindu dan Buddha untuk dongkrak wisata religi dan ekonomi warga, Kamis (17/9/2026). Foto: Dok. Pemprov Jateng

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen nan datang mewakili Gubernur Ahmad Luthfi menyambut baik kesepakatan tersebut. Menurutnya, penguatan kegunaan keagamaan pada empat candi itu tidak hanya krusial bagi umat, tetapi juga dapat memperkuat daya tarik wisata religi di Jawa Tengah.

Tokoh nan berkawan disapa Gus Yasin ini menilai, penguatan kegunaan keagamaan candi dapat membentuk pola kunjungan nan berbeda. Candi tidak lagi hanya menjadi lokasi wisata nan dikunjungi untuk memandang peninggalan sejarah, tetapi juga menjadi tujuan umat untuk menjalankan aktivitas keagamaan.

Ia mengibaratkan pola tersebut seperti Makkah dan Vatikan nan mempunyai daya tarik kuat sebagai tujuan perjalanan keagamaan. Menurut Taj Yasin, ketika Prambanan, Borobudur, Mendut, dan Pawon semakin dihidupkan sebagai ruang ibadah, aktivitas keagamaan dapat menjadi magnet nan mendorong umat untuk datang kembali dan menghabiskan waktu lebih lama di area tersebut.

Prambanan hingga Borobudur resmi difungsikan sebagai ruang ibadah umat Hindu dan Buddha untuk dongkrak wisata religi dan ekonomi warga, Kamis (17/9/2026). Foto: Dok. Pemprov Jateng

Dampaknya, kata dia, tidak berakhir pada aktivitas ibadah. Pergerakan visitor juga berpotensi menghidupkan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat, mulai dari perhotelan hingga UMKM di sekitar area candi.

“Perekonomian bukan hanya perhotelan, bakal tetapi juga perekonomian nan ada di UMKM lantaran ibadah itu sebuah magnet tersendiri,” katanya.

Ia mengatakan, penguatan kegunaan keagamaan candi sejalan dengan visi Jawa Tengah dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan. Salah satu parameter keberhasilan pariwisata, menurutnya, bukan semata-mata jumlah kunjungan, tetapi juga kemauan visitor untuk kembali dan tinggal lebih lama.

Prambanan hingga Borobudur resmi difungsikan sebagai ruang ibadah umat Hindu dan Buddha untuk dongkrak wisata religi dan ekonomi warga, Kamis (17/9/2026). Foto: Dok. Pemprov Jateng

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, candi bukan sekadar gedung peninggalan masa lalu. Di dalamnya terdapat nilai spiritual, sejarah, kebudayaan, dan pesan peradaban nan perlu terus dijaga.

“Candi tentu bukan sekadar gedung peninggalan masa lalu. Di dalamnya tersimpan nilai-nilai spiritual, sejarah, kebudayaan, sekaligus juga pesan peradaban,” kata Nasaruddin.

Ia menjelaskan, kerja sama pemanfaatan candi untuk kepentingan keagamaan tersebut merupakan kelanjutan dari kerja sama nan telah dibangun sejak 2022.

Melalui kerja sama itu, Candi Prambanan semakin mendapatkan ruang sebagai tempat peribadatan umat Hindu, sementara Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon terus dikembangkan sebagai ruang ibadah umat Buddha.

Partisipasi umat dalam aktivitas keagamaan di area candi juga menunjukkan perkembangan. Pada 2024, upacara Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan diperkirakan diikuti sekitar 10.000 orang. Sementara di Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon, tercatat 24.894 peserta dalam beragam aktivitas keagamaan Buddha pada tahun nan sama.

Jumlah tersebut meningkat pada 2025. Kegiatan keagamaan Buddha di beragam candi melibatkan 33.556 peserta, termasuk umat dari luar negeri.

Nasaruddin berharap, empat candi tersebut ke depan tidak hanya menjadi destinasi kunjungan, tetapi berkembang sebagai pusat spiritualitas bumi nan tetap memberikan faedah bagi masyarakat.

“Ke depan, kita mau Candi Prambanan, Borobudur, Mendut, dan Pawon tidak hanya menjadi destinasi nan dikunjungi, tetapi menjadi pusat spiritualitas dunia,” ujarnya.

Ia menekankan, penguatan pemanfaatan candi sebagai ruang keagamaan kudu melangkah beriringan dengan pelestarian kawasan, ketertiban, dan keberlanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menambahkan, kesepakatan lintas kementerian dan pemerintah wilayah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberagaman sekaligus memastikan pemanfaatan candi tetap memperhatikan kepentingan umat, warisan budaya, pariwisata, dan ekonomi masyarakat.

Prambanan hingga Borobudur resmi difungsikan sebagai ruang ibadah umat Hindu dan Buddha untuk dongkrak wisata religi dan ekonomi warga, Kamis (17/9/2026). Foto: Dok. Pemprov Jateng

“Jadi inilah kehadiran keberadaan candi ini merupakan sebuah bukti dari bukan hanya perkembangan pengetahuan pengetahuan dan teknologi di zamannya, tetapi juga sebagai sebuah bukti dari toleransi dan keragaman kita nan kudu kita terus jaga,” kata Pratikno.

Nota kesepakatan tersebut melibatkan Kementerian Agama, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BPBUMN), Pemprov Jawa Tengah, dan Pemprov DIY.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan