Drone.(IISP)
PEMERINTAH Tiongkok mulai memperketat pengawasan ekspor pesawat nirawak (drone) dan peralatan dwiguna mengenai ke Amerika Serikat dengan argumen menjaga keamanan nasional di tengah meningkatnya ketegangan jual beli dan teknologi kedua negara.
Kementerian Perdagangan Tiongkok menyatakan patokan nan mulai bertindak pada Rabu tersebut bermaksud melindungi keamanan dan kepentingan nasional sekaligus memenuhi tanggungjawab internasional, termasuk mengenai nonproliferasi.
Ekspor drone, komponen utama, dan teknologi mengenai nan masuk dalam daftar pengawasan peralatan dwiguna Tiongkok ke Amerika Serikat bakal menjalani pemeriksaan ketat untuk setiap kasus.
Barang-barang tersebut juga tidak lagi memenuhi syarat untuk memperoleh kemudahan perizinan ekspor, menurut pernyataan kementerian nan dikutip media pemerintah Global Times. Kebijakan tersebut muncul setelah Amerika Serikat memperketat pembatasan terhadap produk teknologi asal Tiongkok.
Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (FCC) baru-baru ini memberikan persetujuan awal terhadap usulan pelarangan impor drone tertentu berstandar militer buatan luar negeri, nan secara luas disebut menyasar produsen Tiongkok.
FCC juga memasukkan perangkat robot canggih, termasuk robot humanoid, robot berkaki empat, serta inverter listrik ke dalam daftar peralatan nan dianggap berisiko untuk dipasarkan di Amerika Serikat. Banyak produk tersebut diproduksi di Tiongkok.
AS juga baru-baru ini memasukkan 43 perusahaan Tiongkok ke dalam daftar hitam impor atas dugaan keterkaitan dengan kerja paksa terhadap penduduk Uyghur dan golongan minoritas lainnya. Selain memperketat kontrol ekspor, Beijing menghentikan inspeksi lanjutan pasca-sertifikasi oleh lembaga sertifikasi Amerika Serikat nan ditunjuk oleh lembaga Tiongkok.
Pemerintah Tiongkok juga meluncurkan penyelidikan keamanan nasional di sektor perdagangan luar negeri dengan menyasar peralatan instansi impor untuk mencetak dan menggandakan arsip nan menggunakan perangkat lunak sistem asing.
Perusahaan Amerika Serikat Compliance Testing LLC dimasukkan ke dalam daftar tindakan jawaban Tiongkok, sehingga organisasi maupun perseorangan di negara itu dilarang melakukan transaksi, kerja sama, alias aktivitas lain dengan perusahaan tersebut.
Tiongkok juga menjatuhkan tindakan jawaban terhadap enam entitas Amerika Serikat nan dituduh membantu penerapan hukuman AS mengenai Xinjiang.
Keenam entitas tersebut adalah Applied DNA Sciences Inc., Stratum Reservoir LLC, Altana Technologies Inc., Responsible Business Alliance, Verite Group Inc., dan Human Rights in Tiongkok.
Juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok mendesak AS segera mencabut kebijakan pembatasan tersebut, menghentikan tindakan nan dinilai keliru, serta kembali menyelesaikan perbedaan melalui konsultasi dan kerja sama nan bersahabat. Tiongkok juga memperingatkan bakal mengambil langkah jawaban lebih lanjut andaikan Amerika Serikat kembali memberlakukan pembatasan baru terhadap Beijing. (Ant/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·