Tingkatkan Produksi Minyak, Pertamina-Apache Bahas Pengembangan Reservoir

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Jakarta -

PT Pertamina (Persero) menjajaki kesempatan kerja sama strategis dengan Apache Corporation dalam pengembangan operasi hulu minyak dan gas bumi. Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan pengembangan reservoir konvensional dan non konvensional guna mendukung peningkatan produksi minyak nasional.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza, Senior Vice President, U.S. Assets & Corporate Development Apache Corporation Scott Grandt, serta jejeran manajemen kedua perusahaan. Diskusi nan dibahas mencakup kesempatan pengembangan aset hulu migas di Indonesia, potensi kerjasama internasional, hingga penjajakan investasi dan eksplorasi Apache di Tanah Air.

Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah mengenai pengembangan low quality reservoir melalui penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan Multi-Stage Fracturing (MSF). Teknologi ini dinilai berpotensi mendukung optimasi produksi lapangan migas nasional, khususnya pada reservoir dengan karakter nan lebih kompleks.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Pertamina dan Apache juga menjajaki potensi pengembangan unconventional reservoir nan dinilai mempunyai prospek menarik di tengah dinamika keekonomian daya dan perkembangan rantai pasok dunia saat ini. Kedua pihak turut membahas mengenai penguatan strategi merger and acquisition (M&A) guna memperkuat portofolio dan mendukung pertumbuhan upaya hulu migas secara global.

Dalam kesempatan itu, Oki Muraza menegaskan pentingnya membangun ekosistem migas non konvensional nan kompetitif di Indonesia.

"Pertamina menekankan pentingnya membangun ekosistem pengembangan migas non konvensional nan kompetitif, didukung skema fiskal nan menarik, kepastian regulasi, penguatan supply chain, serta kerjasama dengan mitra strategis dunia nan mempunyai pengalaman teknis dan operasional," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026).

"Pertamina juga membuka kesempatan partnership pada aset-aset migas domestik milik perusahaan, sekaligus menjajaki potensi kerjasama pada aset internasional," sambungnya.

Saat ini, Pertamina mempunyai portofolio internasional nan terus berkembang dengan produksi luar negeri sekitar 200 ribu barel oil per day (KBOPD). Perusahaan juga memperkuat keterlibatan pada sejumlah proyek strategis dunia dan domestik, termasuk rencana pengembangan wilayah kerja di Cekungan Kutai berbareng Eni S.p.A. serta pengembangan Lapangan Abadi Masela berbareng INPEX Corporation dan Petronas.

Pertamina sendiri telah memulai pengeboran dengan pendekatan Multi-Stage Fracturing sebagai bagian dari percepatan peningkatan produksi migas konvensional di Indonesia. Selain itu, perusahaan juga bersiap melakukan pengeboran sumur appraisal mendatar migas non konvensional.

Sementara itu, Apache menyampaikan strategi internasional perusahaan saat ini berfokus pada pertumbuhan aset nan bisa menciptakan value creation berkepanjangan melalui pendekatan organik. Apache juga mempunyai pengalaman dalam pengelolaan aset migas konvensional onshore di Mesir dan pengembangan operasi di area Permian Basin, Amerika Serikat.

Penjajakan kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung agenda Asta Cita pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan daya nasional melalui peningkatan produksi migas, penguatan teknologi, serta ekspansi kemitraan strategis dunia guna mendukung keberlanjutan pasokan daya Indonesia di masa depan.

(akd/akd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance