Pembukaan Kafe Hanjuang di Kabupaten Sumedang, nan memadukan kuliner dengan bebatan budaya(ISTIMEWA)
SUMEDANG terus berupaya menghadirkan objek dan suguhan wisata. Salah satunya dengan menghadirkan kuliner berbasis budaya.
Yang terbaru, Kafe Hanjuang dibuka di Dusun Cikondang, Desa Pamekaran, Kecamatan Rancakalong. Kafe ini menyajikan menu makanan unik Sunda dan Kopi produksi Rancakalong.
Suasana kafe juga menyajikan hamparan persawahan didukung dengan alunan musik tradisional Tarawangsa unik Rancakalong.
Di sebrang Kafe terdapat Balai Atikan Tradisi (Batara), sebuah tempat aktivitas edukasi dan pelestarian budaya Sunda. Berbagai aktivitas pembelajaran diselenggarakan di tempat tersebut, di antaranya training tari tradisional dan training memainkan gamelan.
Kehadiran kedua tempat tersebut menjadi penggerak tumbuhnya ekonomi kreatif, pelestarian budaya, serta ruang pemberdayaan generasi muda di Kabupaten Sumedang.
"Saya menyambut baik hadirnya Kafe Hanjuang dan Batara nan mengkolaborasikan pariwisata, ekonomi kreatif, seni budaya, UMKM, dalam satu ekosistem," ujar Wakil Bupati Sumedang, M Fajar Aldila.
Pembelajaran
Keberadaan Batara berkedudukan sebagai wadah pembelajaran dan pewarisan budaya Sunda kepada generasi muda. Kehadiran BATARA menjadi sangat krusial sebagai ruang belajar, ruang pewarisan, dan ruang produktivitas agar nilai-nilai budaya Sunda tetap hidup dan berkembang.
Fajar menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sumedang bakal terus mendukung beragam inisiatif positif nan lahir dari masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai upaya membangun wilayah berbasis potensi lokal.
"Mari jadikan Rancakalong sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi imajinatif dan budaya Kasumedangan," katanya.
Peresmian kafe ini merupakan corak support terhadap program pembangunan wilayah dalam mendorong tumbuhnya Gerakan Wirausaha Muda (Garuda), pengembangan ekonomi kreatif, pelestarian budaya, dan pemanfaatan potensi lokal nan dimiliki masyarakat.
Keberadaan Cafe Hanjuang dan BATARA diharapkan tidak hanya menjadi lokasi wisata baru, tetapi juga menjadi ruang kerjasama bagi generasi muda untuk mengembangkan kebudayaan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal nan berkelanjutan.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·