Tinggalkan Kenyamanan Demi Anak - Anak Sekolah Rakyat

Sedang Trending 54 menit yang lalu

Kedekatan Sulaiman dengan anak-anak Sekolah Rakyat tidak terlepas dari pengalaman hidupnya. Dia lahir dan tumbuh dari family sederhana di Flores, Nusa Tenggara Timur. Kedua orang tuanya bekerja sebagai petani.

Pengalaman hidup dalam keterbatasan membikin Sulaiman memahami bahwa pendidikan bukan sesuatu nan mudah diraih. Ia pun mau anak-anak nan sekarang didampinginya mempunyai kesempatan lebih besar untuk menggapai cita-cita.

"Saya lahir dari family nan enggak mampu, dan bisa sukses. Mereka juga kudu lebih sukses daripada saya," ujarnya.

Sulaiman kemudian merantau ke Malang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang nan lebih tinggi. Perjalanannya selama kuliah tidak mudah.

Dia tinggal menumpang di rumah bibinya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Sulaiman juga bekerja membantu salah seorang dosen.

Setiap sore, dia mencuci piring, menyiram tanaman, hingga menyapu halaman.

"Tapi saya enggak full tinggal di tante saya. Saya sore itu pasti ke rumahnya dosen. Di situ saya membantu cuci piring, siram tanaman setiap sore hari, menyapu halaman. Itu hanya untuk bisa buat makan. Itu saya lakukan nyaris empat tahun," ungkapnya.

Selama tinggal di rumah pengajar tersebut, Sulaiman tidak hanya bekerja. Dia juga mendapat kesempatan untuk memperluas wawasan dengan membaca kitab dan menulis.

Kebiasaan itu kemudian mengantarkannya menjadi seorang penulis buku. Setelah menyelesaikan kuliah, Sulaiman aktif menulis dan telah menghasilkan 44 titel kitab nan seluruhnya diterbitkan dengan ISBN.

Pada 2025, dia apalagi mendapat penghargaan dari Gubernur Jawa Timur sebagai penulis kitab dengan jumlah karya terbanyak di Jawa Timur.

"Ketika saya lulus dari kuliah, saya bekerja, saya sampai menulis 44 titel buku, dan terbitan semuanya ISBN. Baru-baru 2025, saya dapat penghargaan dari Ibu Gubernur Jawa Timur sebagai penulis kitab terbanyak di Jawa Timur," katanya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita