Jamaah calon haji dari beragam negara bersiap menjalankan shalat maghrib di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Rabu (13/5/2026) waktu setempat.(Antara)
ANGGOTA Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Eem Marhamah Zulfa Hiz mengingatkan jemaah haji Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Hantavirus. Khususnya bagi mereka nan mempunyai riwayat penyakit paru-paru. Imbauan tersebut disampaikan menjelang puncak penyelenggaraan ibadah haji 1447 H.
Dalam keterangannya di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Minggu (17/5), wanita nan berkawan disapa Neng Eem itu menekankan pentingnya menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
"Jemaah haji hari ini kudu lebih waspada lantaran ada Hantavirus, terutama nan punya penyakit paru-paru. Oleh lantaran itu, kesehatan menjadi nan utama agar ibadah haji bisa melangkah dengan baik dan mabrur," kata Neng Eem.
Ia menjelaskan, kesiapan bentuk dan mental menjadi aspek krusial bagi jemaah haji lantaran seluruh rangkaian ibadah memerlukan stamina nan prima. Menurutnya, menjaga daya tahan tubuh kudu menjadi perhatian utama seluruh jemaah.
"Yang paling utama adalah menjaga keimunan tubuh. Karena ibadah haji memerlukan kesiapan bentuk dan mental. Ada tawaf, aktivitas melangkah jauh, dan beragam rangkaian ibadah lain nan memerlukan tenaga," ujarnya.
Selain menjaga kebugaran tubuh, Neng Eem juga mengimbau jemaah untuk menerapkan pola hidup bersih dan menggunakan masker ketika berada di tempat umum sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit. Meski demikian, dia menilai penyebaran Hantavirus tidak seberat pandemi covid-19.
Terkait adanya jemaah nan tengah menjalani perawatan di Madinah, dia memastikan tim kesehatan berbareng Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) terus memberikan penanganan intensif agar kondisi jemaah segera pulih dan dapat melanjutkan perjalanan ibadah ke Mekah.
"Sebisanya dirawat secara intensif, mulai dari obat-obatan, support psikologis, hingga doa. nan paling utama tetap kondisi badan kudu sehat," ucapnya.
Ia menambahkan, para jemaah tetap mempunyai waktu untuk mempersiapkan kondisi tubuh sebelum memasuki puncak ibadah haji nan diperkirakan berjalan pada 9 Zulhijah alias sekitar 26 Mei mendatang.
"Sekarang kudu mulai jaga kesehatan, jaga imun, makan makanan sehat, dan menjaga kebugaran agar ketika puncak haji kelak bisa optimal tanpa terganggu masalah kesehatan," tuturnya. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·