Jakarta, CNBC Indonesia - Timur Tengah (Timteng) kembali memanas, Jumat (8/5/2025). Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan telah mengatakan mengaktifkan pertahanan udaranya untuk mencegat rudal dan drone nan berasal dari Iran.
Hal ini terjadi beberapa jam setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran saling baku tembak di Selat Hormuz dan serangan ke beberapa wilayah Teheran. Eskalasi ini memperburuk gencatan senjata nan rapuh.
"Pertahanan udara UEA saat ini sedang mencegat serangan rudal dan drone nan berasal dari Iran," kata kementerian pertahanan pada X.
"Suara intersepsi terdengar di beragam bagian negara".
Sebelumnya, Komando militer pusat Iran menyebut AS melanggar gencatan senjata dalam perang Timur Tengah dengan serangan terhadap kapal di Selat Hormuz. Iran mengatakan mereka menyerang pasukan AS sebagai balasan.
"AS menargetkan sebuah kapal tanker minyak Iran nan bergerak dari perairan pesisir Iran di wilayah Jask menuju Selat Hormuz, serta kapal lain nan memasuki Selat Hormuz di seberang pelabuhan Fujairah, UEA," kata Khatam Al Anbiya dalam sebuah pernyataan nan dikutip oleh televisi pemerintah.
"AS juga melakukan serangan di tempat lain di selatan bekerja sama dengan beberapa negara di area tersebut," tambahnya.
"Pasukan Iran segera dan sebagai jawaban menyerang kapal-kapal militer Amerika", tambahnya dimuat AFP.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan terhadap Iran nan dilakukan hanyalah 'sentuhan kasih sayang'. Ini diutarakannya dalam sebuah wawancara ABC.
"Gencatan senjata sedang berlangsung. Itu berlaku," katanya.
Trump mengatakan serangan terjadi saat tiga kapal perang AS baru saja melintas di Selat Hormuz di tengah tembakan Iran. Namun menurutnya, AS dengan mudah menangkal dan menjatuhkan serangan itu.
"Tiga kapal perusak Amerika kelas bumi baru saja melintasi Selat Hormuz dengan sangat sukses, di bawah tembakan," kata Trump di media sosial.
(sef/sef)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·