Timeline Anak Krakatau Berstatus Siaga Juli 2026 hingga Abu Vulkanik Menyebar

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Jakarta -

Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Lampung sudah berjalan sejak awal Juli. Gunung Anak Krakatau ini mengalami erupsi, dentuman hingga mengeluarkan abu vulkanik nan menyebar luas.

Sebagaimana diketahui, Gunung Anak Krakatau sudah berstatus Level III (Siaga) sejak 2 Juli 2026. Gunung Anak Krakatau kemudian mengalami erupsi dahsyat hingga abu vulkanik menyebar luas.

Pada Minggu (6/9/2026) malam, Gunung Anak Krakatau tetap mengalami erupsi. Hingga Senin (7/9) pagi, aktivitas vulkanik gunung api tersebut tetap terpantau, dengan tercatat empat kali gempa hembusan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirangkum detikcom, berikut ini linimasa (timeline) fase aktivitas Gunung Anak Krakatau:

1. 2 Juli: Status Siaga

Pada 2 Juli lalu, Badan Geologi Kementerian ESDM telah meningkatkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Lampung, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

"Berdasarkan hasil kajian dan pertimbangan secara menyeluruh, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) terhitung mulai 2 Juli 2026 pukul 16.30 WIB," kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, Jumat (3/7).

2. 16 Juli: Aktivitas Sempat Mereda

Selanjutnya, kondisi Gunung Anak Krakatau mulai mereda meski tetap pada Level III alias Siaga. Beberapa parameter mulai menurun.

"Sudah kecenderungan mereda, tapi level tetap di III. Beberapa parameter mulai menurun," kata Kepala BPBD Banten Lutfi Mujahidin dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).

3. 5 September: Erupsi Menerus

Kemudian Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus pada 5 September. Erupsi ini terpantau dengan bunyi gemuruh dari pos pemantauan.

"Pada tanggal 5 September 2026 pukul 23.07 WIB, Gunungapi Anak Krakatau mengalami erupsi menerus nan disertai dengan bunyi gemuruh. Sampai saat ini tanggal 5 September 2026, pukul 04.40 wib tetap berjalan erupsi menerus dan tetap terdengar gemuruh dari Pos PGA Krakatau Pasauran dari erupsi menerus GAK," tulis Badan Geologi dalam keterangannya, Sabtu (5/9).

5. 6 September: Abu Vulkanik Menyebar ke Sejumlah Daerah

Selanjutnya, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, mengatakan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar ke lima provinsi. Lima provinsi tersebut adalah Banten, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu. Akibatnya, Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) dan airport lainnya ditutup lantaran abu vulkanik ini.

"Dan berasas campuran info erupsi dan VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dari PVMBG melalui Magma Indonesia, info VAAC (Volcanic Ash Advisory Centre) Darwin serta analisa gambaran satelit Himawari-9 oleh BMKG, bahwa abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar di atmosfer ke arah Banten, sebagian Jawa Barat, dan juga DKI Jakarta, serta Lampung dan Bengkulu," ujar Lana dalam konvensi pers secara daring, Minggu (6/9).

6. 7 September: Erupsi Menerus Berakhir

Untuk diketahui, erupsi Gunung Anak Krakatau merupakan jenis letusan strombolian, yakn jenis letusan gunung berapi dengan ledakan nan relatif ringan tapi berjalan terus-menerus. Erupsi terus-menerus ini berhujung setelah 25 jam.

"Tiga kali erupsi strombolian terjadi setelah bagian erupsi menerus berakhir," kata Badan Geologi lewat akun Threads @badan.geologi, Senin (7/9/2026).

Kendati demikian, empat airport ialah Bandara Soetta (CGK), Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), Bandara Radin Inten II (TKG) dan Bandara Husein Sastranegara (BDO) tetap ditutup sampai 18.00 WIB.

(rdp/imk)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News