Lubang Hitam.(Dok. NASA)
SEBUAH pencapaian luar biasa dalam bumi fisika teoritis diukir tiga siswa dari Seoul Science High School, Korea Selatan. Makalah ilmiah nan mereka susun sukses diterbitkan di jurnal akademik internasional tingkat SCI alias Science Citation Index.
Prestasi langka itu diraih melalui pemanfaatan kurikulum dan program penelitian internal sekolah, tanpa support maupun support dari universitas alias lembaga penelitian eksternal.
Makalah berjudul Formulasi Termodinamika Lubang Hitam Bebas Kendala dari Persamaan Medan tersebut ditulis berbareng oleh Bae I-jin, 18, Jang Geun-young, 19, dan Ahn Geon-woo, 19. Ketiganya baru lulus dari Seoul Science High School pada Februari 2026.
Selama proses penelitian nan berjalan sejak tahun lalu, mereka berada di bawah pengarahan pembimbing fisika sekolah, Kwon Yong-jun, 51.
Teori pada Lubang Hitam Kompleks
Melalui penelitian itu, ketiga siswa tersebut disebut sukses memecahkan persoalan krusial dalam fisika teoretis. Mereka membuktikan bahwa norma pertama termodinamika, ialah norma fisika tentang panas dan energi, tetap dapat bertindak pada lubang hitam kompleks nan mempunyai lebih dari satu lapisan pembatas alias horizon peristiwa.
Sebelumnya, norma tersebut hanya dapat diterapkan pada lubang hitam sederhana dengan satu lapisan pembatas. Rumus lama nan berfokus pada volume membikin penerapannya susah untuk lubang hitam nan lebih kompleks, seperti lubang hitam nan berputar alias mempunyai muatan listrik.
Horizon peristiwa luar merupakan pemisah ruang-waktu ketika tarikan gravitasi menjadi sangat kuat sehingga tidak ada apa pun, termasuk cahaya, nan dapat lolos. Adapun horizon peristiwa dalam adalah pemisah teoritis di bagian dalam lubang hitam nan berputar alias bermuatan.
Alih-alih menggunakan volume seperti pada rumus lama, ketiga siswa tersebut memilih memakai kalkulasi entropi, ialah ukuran tingkat ketidakteraturan suatu sistem. Dengan pendekatan entropi, info dari kedua lapisan lubang hitam dapat dihitung sekaligus sehingga norma dasar daya bisa diterapkan pada beragam jenis lubang hitam secara lebih mudah dan alami.
Pihak sekolah menyebut temuan itu dapat memberi support teoritis krusial bagi pengembangan teori gravitasi darurat alias emergent gravity. Dalam pendekatan tersebut, gravitasi tidak dipandang sebagai style esensial alam, tetapi sebagai kejadian termodinamika.
Berawal dari Program Reguler Sekolah
Riset tersebut tumbuh dari program reguler sekolah nan melangkah selama dua tahun. Program itu mencakup mata pelajaran riset golongan tahun kedua, R&E alias Research and Education, serta Penelitian Tesis Kelulusan pada tahun ketiga.
Kwon Yong-jun, pembimbing pembimbing mereka nan pernah menyelesaikan penelitian pascadoktoral, memberikan pengarahan intensif setiap pekan untuk berganti buahpikiran dengan para siswa.
“Sangat jarang bagi siswa sekolah menengah untuk menerbitkan makalah tingkat SCI dalam fisika teoritis daya tinggi. Hal ini mungkin terjadi lantaran para siswa mempertahankan antusiasme mereka untuk meneliti apalagi saat mempersiapkan ujian masuk universitas,” ujar Kwon.
Setelah lulus, Jang Geun-young dan Bae I-jin melanjutkan studi di Seoul National University. Jang mengambil Departemen Fisika dan Astronomi, sedangkan Bae menempuh studi di Sekolah Teknik Elektro dan Informasi.
Makalah mereka diterbitkan di International Journal of Modern Physics D pada 11 Juni 2026.
(The Korea Herald/The Chosun Daily/H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·