Tiga Peserta Latsarmil SPPI Kopdes-KNMP Meninggal, Komisi I DPR Desak Evaluasi Standar Latihan

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Tiga Peserta Latsarmil SPPI Kopdes-KNMP Meninggal, Komisi I DPR Desak Evaluasi Standar Latihan Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono(Dok Fraksi Partai Golkar)

WAKIL Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono mendesak Kementerian Pertahanan (Kemhan) berbareng jejeran pengajar militer untuk mengevaluasi total skema training dasar Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa (Kopdes) dan Kampung Nelayan Merah Putih. Evaluasi ini dinilai mendesak menyusul adanya laporan mengenai tiga orang peserta nan meninggal bumi saat mengikuti jalannya training tersebut.

Dave mengaku bersungkawa cita atas meninggalnya tiga peserta program calon pengelola Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih tersebut. Ia menegaskan, masukan publik mengenai kejadian ini kudu diterima sebagai momentum untuk menyempurnakan program strategis negara tersebut.

"Kita menyampaikan turut bersungkawa cita nan banget dalam atas meninggalnya tiga peserta SPPI tersebut. Bilamana kudu ada nan diperbaiki, ada nan diubah, ya itu adalah masukan nan kudu diterima untuk menyempurnakan program tersebut, sehingga program nan dibuat untuk kepentingan bangsa dan masyarakat ini betul-betul bisa berjalan," ujar Dave melalui keterangannya, Kamis (25/6/2026).

Dave menyatakan, berasas info awal nan diterimanya, seluruh proses rekrutmen termasuk skrining kesehatan para peserta sebenarnya telah dilalui sesuai prosedur nan berlaku. Kendati training nan diberikan oleh pembimbing TNI merupakan materi dasar (basic training), Dave menilai aspek beban bentuk kudu dihitung ulang.

Politisi Partai Golkar ini menekankan bahwa kurikulum latihan lapangan tersebut sejak awal kudu didesain unik agar adaptif dan hanya dieksekusi oleh peserta nan mempunyai tingkat kebugaran tertentu.

"Nah ini training ini kan training sangat basic, sangat dasar. Akan tetapi memang kudu memang didesain untuk dilaksanakan kepada mereka nan mempunyai kondisi fit tertentu. Jadi perihal itu kudu menjadi masukan agar bisa terus diperbaiki hingga disempurnakan ke depannya," ujar Dave.

Di sisi lain, Dave juga merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto nan sempat membanggakan kejadian prajurit tentara di Indonesia nan turun langsung ke sawah guna mengawal program ketahanan pangan nasional. Ia menolak dugaan sebagian pihak nan menilai pelibatan masif personel militer di ruang sipil ini sebagai corak kembalinya Dwifungsi ABRI ala era Orde Baru. Menurutnya, langkah ini merupakan corak optimasi kehadiran TNI sebagai pilar kedaulatan di luar sektor keamanan konvensional.

"Tentu menjadi satu kebanggaan bahwa tentara Indonesia ini bukannya kita kembali ke dwifungsi Orde Baru, bakal tetapi justru mengoptimalkan kehadiran TNI untuk betul-betul menjadi tulang punggung bangsa, menegakkan kedaulatan di beragam macam sektor," tegasnya.

Dave menambahkan bahwa di era modern, spektrum ancaman negara telah bergeser secara masif. Oleh karena itu, pelibatan TNI dinilai strategis untuk memperkuat ketahanan nasional di sektor-sektor krusial lainnya nan berakibat langsung pada kehidupan rakyat.

"Karena kan kedaulatan itu kan ada kedaulatan pangan, kedaulatan energi, kedaulatan digital. Nah di sinilah fungsi-fungsi TNI itu betul-betul dioptimalkan," pungkas Dave.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) membenarkan seorang peserta wanita Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia untuk program Kampung Nelayan Merah Putih (SPPI KNMP) Tahun 2026 atas nama Novia Rahmadhani Sihotang meninggal bumi usai menjalani pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Pusbahasa Kodiklatau, Jakarta.

Kematian Novia menambah deretan peserta sipil nan gugur dalam program pembekalan buatan Kemhan tersebut. Sebelum Novia, dua peserta Program SPPI nan dipersiapkan menjadi pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) juga dinyatakan meninggal bumi saat mengikuti latsarmil.

Kedua peserta tersebut adalah Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq. Rico menjelaskan Anisa meninggal bumi akibat heat stroke saat mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia