Sejumlah kapal bersandar di Sungai Kahayan nan diselimuti asap(. ANTARA FOTO/Auliya Rahman/tom.)
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) menindaklanjuti penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan melibatkan tiga pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Kalimantan Timur (Kaltim). Satu perusahaan telah dikenai teguran tertulis dan paksaan pemulihan, sedangkan dua perusahaan lainnya dalam proses pembekuan.
Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Puji Sempurna Raharja di Kabupaten Berau, PT Diva Perdana Pesona di Kabupaten Kutai Timur, dan PT Inhutani I Tanah Grogot di Kabupaten Paser.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan penegakan norma terhadap korporasi merupakan bagian dari penanganan karhutla di Kalimantan Timur, termasuk di area sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Penegakan norma tidak hanya tajam ke bawah kepada rakyat biasa, tetapi juga kepada korporasi nan memang wajib bertanggung jawab terhadap terjadinya karhutla di Kalimantan Timur,” tegas Raja Juli saat meninjau penanganan karhutla di area IKN, Senin (14/9).
PT Puji Sempurna Raharja merupakan pemegang PBPH Hutan Alam dengan luas izin 14.605 hektare. Area nan terbakar di wilayah perusahaan tersebut mencapai 82,26 hektare.
Sementara itu, PT Diva Perdana Pesona merupakan pemegang PBPH Hutan Tanaman dengan luas izin 29.429 hektare dan area terbakar 48,57 hektare. Adapun PT Inhutani I Tanah Grogot mempunyai PBPH Hutan Tanaman seluas 15.336 hektare dengan area terbakar sekitar 531 hektare.
Di sisi lain, Kemenhut memperkuat operasi penanganan karhutla di Kaltim, khususnya area sekitar IKN. Operasi dilakukan berbareng BNPB, TNI, Polri, Otorita IKN, pemerintah daerah, bumi usaha, dan masyarakat untuk mencegah api mendekati area inti pemerintahan IKN.
Raja Juli mengatakan pemadaman dilakukan melalui operasi terpadu, baik dari darat maupun udara. Water bombing dikerahkan untuk menjangkau titik api nan susah ditangani melalui pemadaman darat.
Operasi modifikasi cuaca juga disiapkan berbareng BNPB dan BMKG untuk mendukung pengendalian karhutla.
“Seperti nan diperintahkan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto, kita semua, TNI, Polri, BNPB, Kementerian Kehutanan, OIKN, dan masyarakat, bahu-membahu agar api jangan sampai masuk ke area inti IKN,” ujar Raja Juli.
Kemenhut melalui Manggala Agni berbareng Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), TNI, Polri, OIKN, masyarakat peduli api, dan beragam pihak juga terus melakukan pemadaman serta patroli guna mencegah munculnya titik api baru. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·