Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari mengatakan bahwa kunjungan tiga pemimpin bumi ke Indonesia untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto menjadi bukti bahwa Indonesia semakin dipercaya sebagai mitra krusial di kancah global.
Qodari menuturkan bahwa rangkaian kunjungan tersebut mencerminkan pandangan organisasi internasional terhadap Indonesia sebagai negara nan mempunyai ketahanan ekonomi dan stabilitas politik, nan menjadi fondasi krusial dalam membangun kerja sama nan saling menguntungkan.
"Intensitas pertemuan tersebut mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan internasional terhadap Indonesia sebagai mitra strategis, baik di tingkat area maupun global," jelas Qodari dalam pernyataannya, Senin (13/7).
Lebih lanjut, Qodari memaparkan tiga kunjungan pemimpin bumi tersebut membuahkan sejumlah hasil kerja sama nan disepakati dengan Indonesia. Menurutnya, ketiga pemimpin tersebut berasal dari area nan berbeda, menunjukkan bahwa Indonesia konsisten membangun jejaring persahabatan dan kemitraan nan kuat dengan beragam negara.
Pertama, pada Kamis (2/7), Prabowo menerima Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko.
Pertemuan tersebut membuka kesempatan kerja sama di sektor industri, perangkat berat, teknologi, serta penguatan hubungan ekonomi dengan area Eurasia. Kedua negara juga meluncurkan Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030 sebagai kerangka berbareng untuk memperkuat kerja sama nan lebih konkret selama lima tahun ke depan.
Kedua, pada Senin (6/7), Prabowo menerima kunjungan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara menyepakati 26 capaian kerja sama di beragam bidang, mulai dari pengembangan ekonomi kawasan, daya bersih, hingga ekonomi digital.
"Tidak hanya itu, dalam pertemuan ini, kedua pemimpin negara juga membahas beragam rumor dan perkembangan di tingkat area dan dunia serta menegaskan pentingnya ASEAN sebagai jangkar stabilitas kawasan," imbuh Qodari.
Ketiga, Prabowo berjumpa dengan Perdana Menteri India Narendra Modi sehari kemudian. Bersama India, Indonesia tidak hanya memperkuat kemitraan di bagian ekonomi, tetapi juga di bagian pendidikan, penguatan kelembagaan, serta hubungan antarmasyarakat.
Ia menuturkan bahwa kemitraan Indonesia dan India juga mencakup bagian kebudayaan, nan tercermin dari komitmen kedua negara untuk merestorasi Kompleks Candi Prambanan.
Qodari menjelaskan bahwa setiap pertemuan Prabowo dengan para pemimpin bumi diarahkan untuk menghasilkan kerja sama nan konkret, saling menguntungkan, dan mempunyai nilai strategis bagi kedua belah pihak.
Melalui diversifikasi kemitraan, Indonesia dapat memperkuat ketahanan ekonomi nasional terhadap gejolak global, memperluas akses pasar ekspor, membuka kesempatan investasi baru, serta meningkatkan posisi tawar Indonesia di beragam forum internasional.
"Diplomasi Indonesia selalu berorientasi pada hasil lantaran diplomasi ditempatkan sebagai instrumen untuk mendukung pembangunan nasional," imbuh dia.
Ia melanjutkan, seluruh pertemuan dan kesepakatan tersebut merupakan gambaran dari prinsip politik luar negeri Indonesia nan bebas dan aktif dalam melindungi kepentingan nasional.
Di tengah dinamika dunia nan penuh ketidakpastian, Qodari mengatakan bahwa Indonesia memilih memperluas ruang kerjasama alih-alih mempersempit pilihan ataupun berpihak kepada salah satu kekuatan.
"Prinsip tersebut sejalan dengan ungkapan Presiden Prabowo Subianto bahwa bagi Indonesia, 1.000 kawan tetap terlalu sedikit, sedangkan satu musuh sudah terlalu banyak," tutup Qodari.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·