Tiga Orangutan Terdampak Karhutla Dievakuasi di Kayong Utara

Sedang Trending 43 menit yang lalu
Tiga Orangutan Terdampak Karhutla Dievakuasi di Kayong Utara Ilustrasi(Dok Antara)

KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) berbareng masyarakat dan sejumlah lembaga konservasi menyelamatkan tiga perseorangan orangutan nan terdampak kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Operasi pengamanan dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat melalui KSDA Wilayah I berbareng Wildlife Rescue Unit (WRU), Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), Yayasan Palung, serta masyarakat melalui Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Padu Banjar dan Penjalaan.

Kepala BKSDA Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi bagian krusial dalam upaya pengamanan satwa liar nan terdampak karhutla.

"Partisipasi masyarakat sangat krusial dalam upaya pengamanan satwa liar terdampak karhutla. Informasi dari masyarakat membantu tim merespons dengan sigap sehingga satwa dapat segera ditangani dan mendapatkan perawatan," kata Murlan, Kamis (17/9).

Penyelamatan pertama dilakukan di Dusun Sinar Timur, Desa Penjalaan. Laporan keberadaan orangutan diterima dari penduduk pada 10 September 2026. Tim campuran kemudian bergerak ke letak pada 12 September dan sukses mengevakuasi induk betina berumur sekitar 20 tahun berjulukan Mama Penja berbareng anak jantannya nan berumur satu tahun berjulukan Penja.

Hasil pemeriksaan master YIARI menemukan luka bakar pada tangan dan kaki Mama Penja. Tim kemudian memberikan pengobatan dan antibiotik serta mengambil sampel medis sebelum mengevakuasi keduanya ke Pusat Rehabilitasi YIARI.

Pada hari nan sama, tim bergerak ke Desa Padu Banjar untuk mengevakuasi orangutan jantan dewasa nan dilaporkan masuk ke kebun dan mendekati permukiman setelah rimba di sekitarnya terbakar.

Orangutan berumur sekitar 15 tahun itu sukses dievakuasi pada pukul 12.59 WIB. Hasil pemindaian microchip menunjukkan satwa tersebut merupakan Kumbang, perseorangan nan sebelumnya pernah diselamatkan pada Februari 2022.

Pemeriksaan awal menunjukkan Kumbang dalam kondisi liar dan relatif sehat. Namun, master menemukan benjolan luka lama jejak peluru senapan angin serta indikasi batuk nan diduga berangkaian dengan paparan asap karhutla.

Ketiga orangutan tersebut sekarang berada di Pusat Rehabilitasi YIARI untuk menjalani observasi dan penanganan medis. Pelepasliaran ke kediaman asalnya ditunda hingga kondisi cuaca membaik dan area rimba dipastikan kondusif dari ancaman kebakaran.

BKSDA Kalimantan Barat berbareng YIARI mencatat sebanyak 23 orangutan telah dievakuasi. Selain itu, tim menyelamatkan sembilan trenggiling, tiga kukang, satu bekantan, satu musang, dan satu lutung kelabu.

Tim tetap melakukan pemantauan terhadap satwa di area nan terbakar dan menyiagakan tim medis selama 24 jam.

Di sisi lain, jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi alias high confidence secara nasional tercatat 479 titik berasas pemantauan hingga Rabu (16/9) malam. Angka tersebut turun 558 titik dibandingkan sehari sebelumnya.

Kemenhut berbareng tim campuran tetap memperkuat pengendalian karhutla di lapangan lantaran akibat kebakaran dan akibat asap tetap terjadi di sejumlah wilayah, termasuk terhadap kediaman satwa liar.

Kemenhut mengimbau masyarakat tidak menangkap alias mengevakuasi satwa liar secara mandiri. Jika menemukan satwa terdampak karhutla, masyarakat diminta segera melapor kepada petugas dengan menyampaikan lokasi, kondisi satwa, serta pengarsipan andaikan kondusif dilakukan. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia