Kupang, CNN Indonesia --
Empat orang terduga nan terdiri dari tiga personil DPRD Timor Tengah Utara (TTU) nan diduga melalukan intimidasi terhadap Dokter Eliza Princila Pakaenoni alias Dokter Icha Selasa (14/7) menjalani pemeriksaan di Polda Nusa Tenggara Timur (NTT).
Empat terduga nan dilaporkan family almarhum dr Icha itu adalah tiga personil DPRD TTU ialah Therensius Lazakar (Golkar), Norbertus Tubani (PKB), Veronika Lake (PDIP), dan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dokter Hewan nan bekerja di Dinas Peternakan TTU berjulukan Maria Mathildis Sau.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com empat terduga nan dilaporkan pihak family master Icha tiba di Polda NTT pada pukul 10.30 Wita. Mereka datang secara terpisah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Therensius, Norbetus, dan Maria terlihat turun dari satu mobil. Sedangkan Veronika datang dengan mobil lain dan melangkah terpisah dengan tiga terduga lainnya.
Saat tiba, mereka langsung menuju ke Direktorat Reserkriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTT. Mereka pun masuk ke ruanga Subdit 1 Jatanras untuk menjalani pemeriksaan.
Mereka tak menjawab pertanyaan wartawan ketika masuk ke gedung tempat ruang pemeriksaan polisi sinag ini. Hingga buletin ini ditulis keempat terduga tetap berada di ruang Subdit 1 untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi terlapor.
Empat terduga nan diduga melakukan intimidasi terhadap master Icha tersebut sebelumnya meminta penundaan pemeriksaan oleh interogator Polda NTT. Mereka harusnya diperiksa pada Senin (13/7) tapi lantaran argumen sedang berhalangan sehingga pemeriksaan ditunda.
Direktur Reserkriminal Umum Polda NTT, Kombes Pol. Sigit Haryono pada Senin (13/7) mengatakan pemeriksaan terhadap keempat terduga ditunda jadi hari ini lantaran argumen sedang berhalangan sesuai pemberitahuan dari kuasa norma para terduga.
"Iya harusnya sesuai panggilan interogator (empat terlapor) dijadwalkan untuk dimintai keterangan hari ini (Senin 13/7) tapi ada permintaan dari kuasa norma untuk ditunda besok (Selasa 14/7)," kata Sigit, kemarin.
Dia menjelaskan dalam kasus dugaan intimidasi nan dilakukan terhadap master Icha, tim joint investigation telah memeriksa 32 orang saksi.
"Sudah ada 32 saksi nan dimintai keterangan baik di Kefamenanu dan di Polda NTT ada lima orang dari family korban," ujarnya.
Dia menjelaskan 32 saksi terdiri dari 27 saksi diperiksa di Kefamenanu dan 5 saksi dari pihak family master Icha telah diperiksa di Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantaran Perdagangan Orang (PPA & PPO) Polda NTT.
"Saksi nan diperiksa di Kefamenanu adalah Nakes di RSUD Kefamenanu, Rumah Sakit Leona, dan pasien nan ada saat terjadi dugaan intimidasi dan juga pasien nan pasca kejadian (dugaan intimidasi) nan ditangani master Icha dan pihak-pihak nan mengetahui saat peristiwa itu terjadi," ujar Sigit nan ditunjuk menjadi ketua tim joint investigasi.
Tim campuran nan dibentuk Kapolda NTT, Irjen Pol. Rudi Darmoko dibagi menjadi beberapa tim sehingga ada nan melakukan pemeriksaan di Kefamenanu dan ada nan di Polda NTT.
Dia menerangkan sesuai laporan dari pihak family almarhumah Dokter Icha ada empat orang terlapor.
Sebelumnya diberitakan dr. Icha ditemukan tewas bunuh diri di rumahnya di Perumahan RSS Baumata, Desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Jumat (26/6) sore.
Dokter Icha diduga nekat mengakhiri hidupnya lantaran mengalami depresi berat dan gangguan psikologis setelah mendapat intimidasi dari tiga personil DPRD Timor Tengah Utara (TTU) pada 13 Juni 2026 lampau saat menangani pasien nan terkena gigitan ular di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Leona Kefamenanu.
Tiga personil DPRD TTU ialah Therezius Lazakar, Robert Tubani, dan Veronika Lake.
Korban gigitan ular tersebut nan nyawa sukses diselamatkan disebut tetap berfamili dengan salah satu personil DPRD ialah Therezius Lazakar nan ikut melakukan intimidasi dr. Icha.
Jenazah dr. Icha telah dimakamkan pada Senin (29/6) dan dihadiri ribuan pelayat.
Kasus dugaan intimidasi tersebut kemudian dilaporkan pihak family ke Polda NTT pada 3 Juli 2026. Dalam laporan tersebut family juga melaporkan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dokter Hewan nan bekerja di Dinas Peternakan TTU bermama Maria Mathildis Sau.

(eli/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·