Anggie Ariesta
, Jurnalis-Selasa, 09 Juni 2026 |13:18 WIB

Tiba-Tiba Naikkan Suku Bunga Jadi 5,5 Persen, BI Umumkan Paket Stimulus Moneter (Foto: Okezone)
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengumumkan empat paket operasi moneter nan bermaksud untuk penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah. Pengumuman ini seiring dengan langkah BI meningkatkan suku kembang referensi alias BI-Rate sebesar 25 pedoman poin (bps) menjadi 5,50%.
Bank Indonesia juga menempuh langkah-langkah penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah dengan meningkatkan imbal hasil dan sejumlah insentif lain dalam operasi moneter bagi masuknya aliran investasi asing sebagai berikut:
1. Kenaikan struktur suku kembang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) pada seluruh tenor 6, 9, dan 12 bulan untuk semakin meningkatkan imbal hasil bagi masuknya investasi portofolio asing. Kenaikan struktur suku kembang SRBI dimaksud dilakukan sesuai sistem pasar dan untuk menjadikan investasi portofolio di Indonesia tetap kompetitif dengan negara lain.
2. Pemberian insentif berupa penurunan tingkat swap lindung nilai (hedging swap) bagi penanammodal asing sebesar 10% untuk semakin meningkatkan daya tarik masuknya penanammodal asing serta mengkompensasi tanggungjawab nan selama ini ditanggung investor. Sebagaimana diketahui, selama ini Bank Indonesia memberikan akomodasi swap lindung nilai bagi masuknya investasi asing melalui bank-bank di Indonesia nan kemudian meneruskan kepada Bank Indonesia. Sementara itu, penentuan tingkat swap nan reguler (reguler swap) tetap terus diberikan Bank Indonesia sesuai sistem pasar nan berlaku.
3. Pembukaan kembali window lelang instrumen repurchase agreement (repo) untuk tenor-tenor 3, 6, 9, dan 12 bulan bagi perbankan guna memastikan kecukupan likuiditas di pasar duit dan perbankan dengan sasaran agar pertumbuhan Uang Primer (M0) tetap double digit (di atas 10%). Perluasan akomodasi repo ini bakal menjadi instrumen utama dalam pengelolaan likuiditas moneter dibandingkan dengan sistem lain, termasuk melalui pembelian SBN dari pasar sekunder nan selama ini ditempuh Bank Indonesia.
4. Peningkatan intensitas operasi moneter baik Rupiah maupun kurs asing untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah. Penguatan operasi moneter Rupiah ditempuh dengan pembukaan lelang SRBI dua kali seminggu. Sementara itu, penguatan operasi moneter kurs asing terus dilakukan dengan meningkatkan intensitas intervensi baik melalui transaksi spot dan DNDF di pasar domestik maupun transaksi NDF di pasar luar negeri.
"Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal Pemerintah untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah," tulis keterangan resmi BI, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan Bank Indonesia pada hari ini, 9 Juni 2026 memutuskan untuk kembali meningkatkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50%, suku kembang Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50%, dan suku kembang Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,25%.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·