Anggie Ariesta
, Jurnalis-Kamis, 19 Februari 2026 |16:15 WIB

Thomas Djiwandono (Foto: Okezone)
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) berbareng jejeran menteri ekonomi tengah memperkuat strategi komunikasi terpadu guna meyakinkan penanammodal dunia dan lembaga pemeringkat angsuran (credit rating agency). Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia di awal tahun 2026 tetap terjaga dan mempunyai daya tarik investasi nan solid.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa koordinasi intensif sedang dilakukan antarlembaga untuk menyatukan visi mengenai prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
“Saat ini kami juga sedang mempersiapkan koordinasi lebih lanjut dalam perihal ini dengan Kemenko Perekonomian, Kemenkeu, Danantara, dan apalagi OJK kedepannya untuk membangun sebuah narasi nan terpadu mengenai pertumbuhan ekonomi tadi nan bisa dikhususkan terhadap penanammodal maupun credit rating agency nan bakal datang di kemudian hari,” ujar Thomas dalam konvensi pers RDG BI di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Senada dengan perihal tersebut, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memaparkan empat aspek kunci nan menjamin pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal tetap tinggi pada kuartal I 2026. Perry menekankan bahwa periode ini bakal sangat unik lantaran bertepatan dengan lonjakan mobilitas masyarakat.
Adanya rentetan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Tahun Baru Imlek, Idulfitri, dan Waisak nan terkumpul di triwulan pertama. "Ini bakal mendorong peningkatan konsumsi," kata Perry.
Kebijakan suku kembang dan ekspansi likuiditas nan dilakukan Bank Indonesia untuk menjaga daya beli dan geliat usaha.
Adapun kebijakan anggaran dari Kementerian Keuangan nan selaras dengan kebutuhan pasar.
Menurut Perry, penerapan program kesejahteraan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga hilirisasi sektor riil nan dikelola oleh Danantara.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·