The Papas Debut dengan Single Menghilang, Usung Genre Pop Rock

Sedang Trending 1 jam yang lalu
The Papas Debut dengan Single Menghilang, Usung Genre Pop Rock Band pendatang baru The Papas resmi debut dengan single Menghilang.(MI/Muhammad Ghifari A)

INDUSTRI musik Tanah Air kehadiran warna baru dengan hadirnya The Papas. Band nan beranggotakan empat sosok ayah ini resmi memperkenalkan single perdana mereka berjudul "Menghilang" pada Jumat (5/6).

The Papas digawangi oleh Sky (vokal), Bradley (keyboard), Metz (gitar), dan Cahyonoyz (drum). Terbentuk secara resmi pada 1 Desember 2025, nama band ini dipilih untuk merepresentasikan latar belakang para personelnya nan tetap berkomitmen berkarya di sela tanggung jawab sebagai kepala keluarga.

Single "Menghilang" dipilih sebagai langkah awal lantaran mengangkat tema universal tentang perpisahan mendadak. Lagu ini menggambarkan pergulatan jiwa seseorang nan menyimpan penyesalan dan angan untuk memutar waktu kembali.

"Lagu ini dibangun dari rasa kehilangan, penyesalan, dan kerinduan terhadap hubungan nan berhujung tanpa kesiapan," ujar Windu, penulis lagu (song writer) "Menghilang".

Windu menambahkan bahwa proses imajinatif lagu ini dimulai sejak Agustus 2025 dengan mengalami lima hingga enam kali revisi. Meski terinspirasi dari kejadian hubungan asmara Generasi Z, dia tetap memasukkan perspektif pandang individual agar pesan emosionalnya tersampaikan dengan kuat.

Nuansa Pop Rock Era 2000-an

Berbeda dengan tren musik saat ini nan didominasi pop melankolis, The Papas memilih jalur pop rock sebagai identitas. Bradley, sang keyboardist sekaligus arranger, menyebut aliran ini dipilih untuk menghadirkan kembali kejayaan musik era 2005-2006.

"Kalau rock terlalu keras, pasarnya terbatas. Kalau pop murni, sudah banyak. Kami memandang ada ruang untuk menghadirkan kembali warna pop rock dengan sentuhan nan lebih segar," jelas Bradley.

Tantangan besar justru dirasakan oleh Sky sang vokalis. Memiliki latar belakang musik rock nan kental, dia kudu menyesuaikan karakter suaranya agar tetap manis dan emosional sesuai kebutuhan lagu.

"Saya kudu menahan karakter rock saya agar tetap ada rasa dan emosi nan mau disampaikan. Itu tantangan terbesar saat rekaman," ungkap Sky. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia