Tetangga Dekat RI Larang Penjualan Kompor Listrik, Ini Alasannya!

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Singapura melarang penjualan kompor listrik jenis electric fire stove alias plasma stove lantaran dinilai berisiko tinggi bagi keselamatan. Otoritas perlindungan konsumen setempat juga meminta masyarakat nan sudah membeli perangkat tersebut untuk menggunakannya dengan pertimbangan sendiri.

Melalui keterangan Competition and Consumer Commission of Singapore (CCS) April lalu, produk tersebut tidak boleh dijual maupun diiklankan di dalam negeri. CCS sendiri merupakan lembaga nan mengawasi Consumer Product Safety Office (CPSO) selaku otoritas keselamatan produk.

Melansir The Straits Times, kebijakan ini merujuk pada info CPSO tertanggal 15 April nan menyebut kompor tersebut tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan registrasi Safety Mark. Dengan demikian, produk tersebut tidak dapat dipasok alias diedarkan secara legal di Singapura.

CPSO menjelaskan bahwa electric fire stove menggunakan tegangan listrik sangat tinggi untuk menghasilkan pengaruh api plasma terbuka dengan suhu jauh lebih panas dibandingkan kompor gas alias listrik konvensional. Kondisi ini menimbulkan pertimbangan keselamatan tambahan lantaran standar internasional saat ini belum memadai untuk menilai akibat dari teknologi tersebut.

Sebagai peralatan nan dikategorikan sebagai controlled goods, produk ini wajib diuji, disertifikasi, dan terdaftar serta mempunyai label Safety Mark sebelum dijual. Aturan ini diterapkan guna meminimalkan potensi ancaman seperti kebakaran, sengatan listrik, hingga ledakan.

Sebelumnya pada 23 April, CCS juga mengimbau konsumen untuk hanya membeli produk nan mempunyai label Safety Mark nan valid. Penggunaan produk nan belum terdaftar disebut mempunyai akibat bawaan dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna.

CCS menambahkan bakal memperbarui persyaratan pengetesan dan sertifikasi jika telah tersedia standar nan lebih sesuai untuk mengatasi akibat keselamatan dari kompor jenis ini. Otoritas juga menyatakan tengah berkomunikasi dengan pemasok mengenai untuk menindaklanjuti rumor tersebut.

Meski tidak disebutkan secara resmi, penelusuran menunjukkan situs penjual kompor listrik Egnite tengah dalam tahap perbaikan operasional dan akun media sosialnya tidak dapat diakses publik. Berdasarkan penjelasan sebelumnya, produk mereka diklaim bisa mencapai suhu hingga 1.300 derajat Celsius, jauh di atas kompor induksi nan umumnya hanya mencapai 60 hingga 600 derajat Celsius.

Dalam tanggapannya pada 24 April, Egnite menyatakan telah menghentikan sementara penjualan dan pemasaran di Singapura sembari menunggu sertifikasi nan diperlukan, termasuk Safety Mark. Perusahaan juga mengaku telah menyerahkan arsip teknis serta laporan uji kepada otoritas dan berkomitmen memastikan teknologi tersebut memenuhi seluruh ketentuan keselamatan sebelum kembali diperkenalkan.

(haa/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News