Terseret Skandal Korupsi, Jaksa Agung Ini Nekat Kabur ke Luar Negeri

Sedang Trending 55 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Jaksa Agung Ukraina Ruslan Kravchenko resmi ditangguhkan dari jabatannya usai nekat melarikan diri ke luar negeri di tengah bergulirnya penyelidikan skandal korupsi raksasa nan menyeret lingkaran dalam kantornya.

Mengutip Euronews, Rabu (16/9/2026), Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara tegas menangguhkan Kravchenko pada hari Senin. Langkah keras ini diambil hanya beberapa jam setelah sang pejabat tinggi diketahui telah melarikan diri meninggalkan negaranya usai mengusulkan pengunduran diri.

Berdasarkan laporan media setempat nan mengutip sumber penegak hukum, Kravchenko diyakini melintasi perbatasan pada malam hari. Setelah pelariannya, dia merilis sebuah video pembelaan nan mengeklaim bahwa dirinya telah menandatangani surat pemberitahuan kecurigaan terhadap Semen Kryvonos, Direktur Biro Antikorupsi Nasional (NABU) Ukraina. Kravchenko secara terbuka menuduh Kryvonos telah memalsukan arsip resmi demi meraup untung ilegal.

Merespons tuduhan miring tersebut, Kryvonos langsung membantah keras dan menyatakan kepada wartawan bahwa dia belum pernah memandang alias menerima pemberitahuan resmi apa pun. Pihak NABU berbareng Kantor Kejaksaan Antikorupsi Khusus (SAPO) juga mengecam keras manuver Kravchenko tersebut.

"Tindakan tersebut adalah bagian dari serangan sistematis terhadap lembaga antikorupsi independen," tegasnya.

Konfrontasi tingkat tinggi ini memaksa Presiden Zelenskyy untuk turun tangan langsung pada Senin malam dengan menandatangani dekrit penangguhan. Ia turut mendesak parlemen agar segera memecat Kravchenko tanpa penundaan.

"Jaksa agung ini hanya mempunyai satu jalan ke depan: pemberhentian dari jabatan," tegasnya.

Komite parlemen mengenai dilaporkan telah mendukung permintaan presiden tersebut, dan para personil parlemen dijadwalkan menggelar pemungutan bunyi untuk pemecatan Kravchenko pada hari Selasa.

Sebagai informasi, Kravchenko sebelumnya telah mengusulkan pengunduran diri pada 7 September lampau setelah pihak NABU dan SAPO membongkar dugaan sindikat kejahatan nan melibatkan sejumlah pejabat di Kantor Kejaksaan Agung. Para penyelidik menemukan kebenaran bahwa para personil golongan ini secara rutin menerima duit suap dari pusat panggilan penipuan.

Sebagai imbalannya, mereka menutup mata atas aktivitas terlarangan tersebut dan ikut mencuci jutaan hasil kejahatan.

Dalam proses penyidikan, petugas telah menggeledah instansi Kravchenko. Pihak NABU juga merilis bukti rekaman nan merujuk pada sosok seorang "bos", di mana nama patronimik dan mantan posisinya sebagai kepala Layanan Pajak Negara sangat identik dengan profil Kravchenko.

Meski demikian, hingga saat ini dia belum didakwa alias ditetapkan sebagai tersangka dan terus menyangkal seluruh keterlibatannya dalam skandal memalukan tersebut.

(tps/luc) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News