Jakarta -
Terminal LPG Tanjung Sekong menjadi salah satu prasarana strategis Pertamina dalam menjaga ketahanan daya nasional. Berstatus Objek Vital Nasional, terminal ini memasok sekitar 35-40 persen kebutuhan LPG nasional dan melayani pengedaran ke 63 kabupaten/kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Sumatera Selatan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan saat melakukan Management Walkthrough di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten, Rabu (29/7/2026).
"LPG bukan sekadar komoditas energi, tetapi kebutuhan dasar nan menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat. Karena itu, keandalan pasokannya kudu terus dijaga agar rumah tangga, UMKM, hingga industri dapat beraktivitas tanpa hambatan. Terminal LPG Tanjung Sekong memegang peran krusial dalam menjaga ketahanan daya nasional," ujar Mochamad Iriawan dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terminal LPG Tanjung Sekong mulai beraksi pada 2012 dan ditingkatkan menjadi Terminal LPG Refrigerated pada 2020. Berdiri di atas lahan seluas 12,9 hektare, terminal ini mempunyai kapabilitas penyimpanan mencapai 98.000 metrik ton (MT) nan didukung tiga dermaga berkapasitas 3.500-65.000 DWT.
Dengan throughput lebih dari 200 ribu MT per bulan, terminal ini menjadi salah satu hub LPG terbesar di Indonesia.
Komisaris Utama meninjau langsung aspek operasional terminal, mulai dari proses penerimaan dan penyimpanan LPG, sistem distribusi, hingga penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Dia menekankan pentingnya budaya keselamatan sebagai fondasi utama dalam menjaga keandalan operasi.
Selain itu, Pertamina juga terus mendorong peningkatan efisiensi melalui digitalisasi rantai pasok, termasuk pemantauan stok secara real-time dan optimasi waktu sandar kapal, sehingga pengedaran LPG ke beragam wilayah dapat berjalan lebih cepat.
"Di sisi lain, Terminal LPG Tanjung Sekong juga terus mengembangkan inisiatif dekarbonisasi sebagai bagian dari transformasi menuju operasi nan lebih berkelanjutan, termasuk menjajaki pemanfaatan daya rendah emisi untuk mendukung aktivitas operasional," ungkapnya.
Sementara itu, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menambahkan Terminal LPG Tanjung Sekong merupakan salah satu tulang punggung pengedaran LPG nasional nan beraksi selama 24 jam untuk memastikan pasokan daya tetap tersedia bagi masyarakat.
"Operational excellence terminal ini tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga oleh disiplin operasional, penerapan HSSE, serta kesiapan seluruh pekerja dalam menjaga setiap tahapan pengedaran LPG. Dari sinilah pasokan daya untuk masyarakat dapat terus terjaga," tutup Baron.
(anl/ega)
7 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·