Ilustrasi(Magnific)
BAGI banyak orangtua, momen setelah anak-anak tidur adalah satu-satunya waktu tenang sepanjang hari. Namun, alih-alih beristirahat, tidak sedikit nan justru terjebak dalam pusaran scrolling media sosial hingga larut malam. Fenomena ini kerap disebut sebagai revenge bedtime procrastination alias prokrastinasi tidur sebagai corak "balas dendam" untuk mendapatkan waktu luang.
Fenomena ini menjadi perbincangan hangat setelah seorang ibu di forum Reddit curhat mengenai kebiasaan malamnya nan mengubahnya menjadi phone zombie. Ia mengaku menghabiskan waktu dari jam 9 malam hingga 11 malam, hanya untuk menatap layar ponsel tanpa arah. Curhatan ini langsung menuai banyak simpati dari sesama orang tua nan merasakan perihal serupa.
"Ketika anak-anak akhirnya tidur, orangtua sering merasa bisa bernapas kembali. Ini adalah momen tenang pertama nan mereka miliki sepanjang hari," ujar Dr. Sanam Hafeez, seorang neuropsikolog asal New York. Menurutnya, scrolling ponsel terasa seperti pelarian nan mudah dari stres dan kebisingan, sekaligus langkah untuk merasa terhubung dengan bumi luar dan menenangkan diri.
Terapis pernikahan dan keluarga, Alejandra Galindo, menambahkan otak manusia memang dirancang untuk merespons media sosial lantaran dapat mengaktifkan sistem penghargaan (reward system).
"Scrolling konten berfaedah kita pada akhirnya bakal mengalami sesuatu nan kita nikmati. Kita melepaskan semburan singkat dopamin sebagai respons terhadap konten nan menyenangkan itu," jelas Galindo. Hal inilah nan membikin kebiasaan scrolling tanpa sadar menjadi sangat adiktif, meskipun pada akhirnya justru memicu kelelahan emosional, kecemasan, dan memperburuk kualitas tidur.
Untuk keluar dari siklus phone zombie ini, para mahir membagikan beberapa langkah praktis nan bisa dicoba:
- Identifikasi Pemicu: Catat emosi alias situasi apa nan membikin Anda langsung meraih ponsel di malam hari, serta aplikasi apa saja nan paling sering menyedot waktu Anda.
- Buat Rencana nan Personal: Singkirkan aplikasi nan paling adiktif dari layar utama, pasang pemisah waktu pemakaian (app timer), alias hapus aplikasi tersebut dari ponsel dan batasi aksesnya hanya melalui komputer.
- Tetapkan "Jam Tidur" untuk Ponsel: Jauhkan ponsel dari jangkauan sebelum tidur. Pindahkan ponsel ke ruangan lain dan tukar fungsinya dengan jam sirine konvensional, kitab fisik, alias perangkat meditasi.
- Cari Teman Pendukung: Beritahu pasangan alias kawan dekat bahwa Anda sedang berupaya mengurangi screen time malam hari agar mereka bisa membantu memantau perkembangan Anda.
Mengubah kebiasaan ini memang memerlukan daya nan konsisten, tetapi hasilnya sangat sepadan demi kesehatan mental nan lebih baik dan tubuh nan lebih segar di pagi hari. (Parents/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·