Terjang Akses Sulit, Tim Manggala Agni Perluas Pemadaman Karhutla di Inhu dan Bengkalis

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Terjang Akses Sulit, Tim Manggala Agni Perluas Pemadaman Karhutla di Inhu dan Bengkalis Tim Manggala Agni memperluas pemadaman karhutla di Indragiri Hulu dan Bengkalis, Riau. Akses terbatas dan angin kencang jadi hambatan di lapangan.(Manggala Agni)

Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatra memperluas operasi pemadaman kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Kabupaten Bengkalis, Riau, Sabtu (8/8). Petugas pemadam darat terus berupaya menembus keterbatasan akses demi melokalisasi titik api di kedua wilayah tersebut.

Di Desa Sungai Guntung Hilir, Kabupaten Inhu, operasi pemadaman telah memasuki hari keenam dengan konsentrasi penanganan pada area seluas 50 hektare. Tim menyisir letak dari bagian tengah dan membentangkan selang air sepanjang 450 meter dari embung terdekat.

Sementara itu, operasi baru dimulai di Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, nan membakar lahan seluas 10 hektare. Untuk mencapai titik letak ini, personel Manggala Agni Daops Dumai kudu menempuh perjalanan menyusuri sungai menggunakan perahu selama 1,5 jam.

Kepala Balai Dalkarhut Sumatra, Ferdian Krisnanto, menjelaskan bahwa jalur sungai merupakan satu-satunya akses paling efektif menuju titik api di Pematang Pudu. Tim tiba di letak pada Jumat (7/8) siang dan langsung melakukan penyekatan untuk menahan laju perambatan api.

Ferdian mengungkapkan bahwa pemadaman di kedua letak menghadapi halangan cuaca ekstrem serta kondisi vegetasi nan sangat kering. Di Pematang Pudu, hembusan angin kencang nan kerap berubah arah memicu potensi penyebaran api secara cepat.

"Adapun di Sungai Guntung Hilir, hambatan utama nan dihadapi petugas adalah pekatnya asap serta mulai mengeringnya pasokan air pada embung penampungan. Akses transportasi menuju kepala api di sisi utara area tersebut juga belum terbuka sepenuhnya," ujarnya, Sabtu (8/8).

Guna mengatasi halangan di Inhu, pihak Dalkarhut mengerahkan tiga unit perangkat berat ke lokasi. Alat berat tersebut difungsikan untuk membuka jalan lintasan baru, mengeruk embung penampung air, serta membikin sekat bakar di sekeliling area terdampak.

"Selain itu, perangkat berat digunakan untuk membikin sekat bakar di sekeliling area terdampak di Inhu. Pembuatan sekat bakar ini bermaksud memutus penjalaran api agar tidak meluas ke vegetasi rimba di sekitarnya," tutur Ferdian.

Sementara di Pematang Pudu, strategi awal difokuskan pada pemantauan arah angin dan penyekatan manual. Personel di lapangan bersiaga membentengi area pemukiman serta lahan produktif dari ancaman lidah api.

Hingga saat ini, kebakaran di Inhu maupun Bengkalis dilaporkan belum padam sepenuhnya. Seluruh personel campuran tetap disiagakan di lapangan untuk melanjutkan pemadaman dan pendinginan. Ferdian menegaskan penanganan bakal terus dioptimalkan hingga kondisi kondusif.

“Kami mau mempermudah mobilisasi peralatan serta menjaga kesiapan pasokan air di letak pemadaman,” pungkasnya. (Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia