Binti Mufarida
, Jurnalis-Senin, 24 Agustus 2026 |16:55 WIB

Terindikasi Bakar Lahan, Prabowo Ancam Cabut Izin Korporasi Penyebab Karhutla (Foto: Setpres)
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak bakal memberi ruang bagi praktik pembakaran lahan secara sengaja, termasuk jika melibatkan korporasi.
Prabowo meminta abdi negara penegak norma bergerak tegas untuk mengusut setiap indikasi keterlibatan perusahaan dalam kebakaran rimba dan lahan (karhutla).
Hal itu disampaikan Prabowo dalam Rapat Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, upaya pencegahan kudu dilakukan dari tingkat desa dengan memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa pembukaan lahan dengan langkah membakar merupakan tindakan nan dilarang.
"Kalau ada oknum alias manusia nan sengaja membakar untuk argumen apapun. Kasih penjelasan, edukasi ke semua unsur di semua desa. Beri penjelasan bahwa membakar lahan adalah dilarang keras," kata Prabowo.
Prabowo juga meminta pemerintah wilayah berbareng TNI dan Polri membantu masyarakat melalui golongan tani.
Dukungan tersebut, kata Prabowo, dapat diorganisasi melalui koperasi sehingga masyarakat tidak mengambil langkah sendiri dalam membuka lahan.
"TNI dan Polri bakal membantu pemerintah daerah, membantu rakyat. Di organisir melalui kelombok tani. Nanti biayanya bisa melalui kur koperasi. Tapi tidak boleh mereka liar," ujarnya.
Namun, Prabowo menekankan bahwa pendekatan pembinaan terhadap masyarakat kudu melangkah beriringan dengan penegakan norma nan keras terhadap pihak nan dengan sengaja memicu kebakaran. Terlebih jika pembakaran lahan diduga dilakukan atas perintah korporasi.
"Apalagi jika ada korporasi nan menyuruh, itu saya minta Polisi, Kejaksaan selidiki, Intelligence selidiki," tegasnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·