Jakarta -
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Kuwait, Khalid Jassim Alyassin di ruang kerjanya instansi Kemendes PDT, Jakarta, Rabu (26/8). Dalam pertemuan tersebut, Khalid Jassim Alyassin menyampaikan bahwa hubungan diplomatik Kuwait dan Indonesia secara resmi sudah dimulai sejak tahun 1968. Menurutnya, relasi kedua negara tersebut kudu dipererat lagi melalui kerja sama secara resmi antara pemerintah Kuwait dan Indonesia.
Selain itu, Kuwait juga mempunyai lembaga alias organisasi swasta nan telah mengumpulkan pendanaan-pendanaan di Kuwait nan disumbangkan kepada negara lain. Bantuan nan diberikan organisasi tersebut digunakan untuk menyejahterakan anak yatim, membangun pesantren, membangun masjid hingga memberikan support berupa perahu-perahu kepada nelayan sehingga mereka bisa mendapatkan penghasilan nan bisa menjadikan hidup layak.
"Asosiasi-asosiasi Kuwait ini, kami menyumbangkannya ke beragam wilayah terpisah-pisah di wilayah Indonesia. Karena Indonesia secara geografis sangat besar, maka kita sudah melakukan persoalan tersebut. Kami juga membangun desa, baik sekolah-sekolah masjid-masjid dan lain sebagainya tapi di desa-desa seperti di wilayah, Sumatera, Jawa dan wilayah-wilayah lainnya," ujar Khalid Jassim dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi perihal tersebut, Yandri memberikan apresiasi nan setinggi-tingginya lantaran Kuwait sudah memberikan support langsung ke desa-desa, ke pesantren-pesantren di Indonesia, termasuk sarana ibadah nan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa.
Yandri kemudian menyampaikan bahwa jumlah desa di Indonesia sangat banyak, ialah 75.266 dengan beragam potensi nan ada. Dari 75.266 desa tersebut , pihaknya telah membikin 12 tindakan bangun desa nan di dalamnya ada Koperasi Desa Merah Putih, Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), desa ekspor, desa wisata dan lain sebagainya.
Menurutnya, saat ini desa tetap banyak membutuh sarana ibadah, sarana pendidikan, sarana kesehatan, hingga peningkatan sumber daya manusia.
"Ada desa-desa tematik nan bertemakan ketahanan pangan, seperti desa ayam petelur, desa ayam pedaging , desa lele, desa nila dan lain sebagainya. Kami berambisi ada kerja sama nan konkret, gimana kita membina desa di Indonesia, baik dari potensi desa dan sumber daya manusianya," ujar Yandri.
Lebih lanjut, Yandri mengatakan bahwa saat ini desa memegang peranan krusial lantaran Presiden Prabowo Subianto menempatkan desa dalam Asta Cita nan ke-6, ialah membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
Untuk itu, dia berambisi ke depan bisa melakukan kerja sama secara resmi antara pemerintah Indonesia dan Kuwait, dan juga lembaga alias asosiasi dari Kuwait bisa bekerja sama dengan desa. Menurutnya, banyak desa nan bisa dijadikan aktivitas ekonomi seperti desa ekspor, desa wisata.
"Biar masyarakat bisa sejahtera, di samping kita bangun masjid dan bangun sekolah. Jadi desa sekarang sangat menjadi primadona untuk kita kembangkan, maka kerjasama dengan negara sahabat seperti Kuwait sangat kami nantikan," ungkap Yandri.
Sebagai informasi, turut datang mendampingi Yandri dalam pertemuan ini ialah Sekjen Kemendes PDT Taufik Madjid, Irjen Kemendes PDT Masyhudi, Dirjen PEID Tabrani, Dirjen PDP Nugroho Setijo Nagoro, Dirjen PPDT Samsul Widodo, Staf Khusus Menteri Muhammad Afif Zamroni dan Fahad At-Tamimi.
(akn/ega)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·