Terbukti Korupsi, 2 Eks Menteri Pertahanan Ini Divonis Hukuman Mati

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah China kembali melakukan pembersihan besar-besaran di tubuh militernya dengan menjatuhkan balasan paling berat terhadap dua mantan pejabat tingginya. Pada Kamis (7/5/2026), pengadilan militer China menjatuhkan vonis meninggal dengan penangguhan balasan selama dua tahun terhadap dua mantan Menteri Pertahanan atas dakwaan suap.

Mengutip laporan The Guardian pada Jumat (8/5/2026), dua sosok tersebut adalah Li Shangfu dan Wei Fenghe. Hukuman meninggal dengan penangguhan selama dua tahun ini berfaedah vonis mereka kemungkinan besar bakal diringankan menjadi penjara seumur hidup jika keduanya menunjukkan perilaku baik selama masa penangguhan tersebut.

Media pemerintah China, Xinhua, mengumumkan pada hari Kamis bahwa setelah masa penangguhan berakhir, tidak bakal ada pembebasan bersyarat lebih lanjut nan diizinkan bagi mereka. Selain itu, hak-hak politik kedua laki-laki tersebut dicabut seumur hidup dan seluruh kekayaan barang pribadi mereka disita oleh negara. Hukuman ini dipandang sebagai peringatan keras bagi jenderal-jenderal lain di angkatan bersenjata bahwa senioritas maupun hubungan tidak dapat melindungi siapa pun dari pembersihan.

Li Shangfu menjabat sebagai menteri pertahanan selama tujuh bulan pada tahun 2023. Pendahulunya adalah Wei Fenghe, nan menduduki kedudukan tersebut selama lima tahun. Meskipun posisi menteri pertahanan di China mempunyai kekuasaan nyata nan relatif mini lantaran urusan militer ditangani oleh Komisi Militer Pusat Partai Komunis China, keduanya pernah memegang peran nan memberikan mereka akses ke anggaran besar dan peralatan sensitif.

Sebelum menjabat menteri, Shangfu merupakan kepala departemen pengadaan peralatan militer antara tahun 2017 dan 2022. Sementara itu, Fenghe sebelumnya mengepalai Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) nan bertanggung jawab atas persenjataan nuklir China.

Media pemerintah China sebelumnya menyatakan bahwa Shangfu bersalah atas pelanggaran serius terhadap disiplin partai dan hukum. Berdasarkan hasil penyelidikan, dia disebut telah mencari untung pribadi nan tidak sah dalam pengaturan personel dan menerima suap dalam jumlah besar.

"Li mencari untung nan tidak semestinya dalam pengaturan personel untuk dirinya sendiri dan orang lain, memanfaatkan jabatannya untuk mencari untung bagi orang lain, serta menerima sejumlah besar duit dan peralatan berbobot sebagai imbalannya," tulis laporan Xinhua mengenai hasil investigasi tersebut.

Kedua laki-laki ini merupakan tokoh militer paling menonjol nan menjadi sasaran dalam pembersihan besar-besaran di angkatan bersenjata. Sejak tahun 2022, lebih dari 100 perwira militer senior telah disingkirkan alias berpotensi diberhentikan, termasuk mereka nan menghilang dari pandangan publik tanpa penjelasan.

Sejak berkuasa pada tahun 2012, pemimpin China Xi Jinping telah menjadikan pemberantasan korupsi sebagai pilar utama kepemimpinannya. Dalam beberapa tahun terakhir, kampanye anti-korupsi ini secara intensif menyasar Tentara Pembebasan Rakyat, nan menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan militer China seiring dengan berkurangnya jejeran komando tinggi akibat pembersihan ini.

Langkah tegas Xi ini mencapai puncaknya pada Januari lalu, di mana dia menyingkirkan Zhang Youxia. Sosok Youxia merupakan komandan ranking kedua tertinggi di militer China setelah Xi sendiri, nan menandakan bahwa kampanye pembersihan ini tidak mengenal kasta jabatan.

(tps/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News