Ilustrasi(Antara)
KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam penyelenggaraan Computer Assisted Test (CAT) untuk seleksi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1448 H/2027 M. Ujian digelar secara serentak di beragam wilayah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan akuntabilitas proses rekrutmen petugas haji.
Kolaborasi dengan BKN menjadi pembaruan dalam sistem seleksi tahun ini. Pada penyelenggaraan sebelumnya, CAT dilakukan secara berdikari dengan memanfaatkan gawai pribadi masing-masing peserta.
Kasubdit Penyiapan, Pemetaan, dan Rekrutmen Petugas Haji, Ihsan Faisal mengatakan bahwa perubahan sistem tersebut dilakukan setelah mengevaluasi sejumlah hambatan teknis nan muncul dalam penyelenggaraan CAT menggunakan perangkat pribadi peserta.
"Tahun lampau dan sebelumnya kita melaksanakan CAT berdikari dengan sistem kita, para peserta menggunakan gawainya masing-masing nan tentu sangat bervariatif dari sisi jenis dan kualitasnya, sehingga berpotensi menimbulkan hambatan teknis. Tahun ini kita coba memperbaikinya dengan menggandeng BKN nan sudah andal dan sangat kompeten di bagian CAT," kata Ihsan dalam keterangannya, Senin (31/8).
Menurutnya, penggunaan akomodasi dan sistem CAT milik BKN diharapkan membikin penyelenggaraan ujian lebih seragam, sekaligus meminimalkan persoalan teknis nan berangkaian dengan perbedaan spesifikasi perangkat peserta.
Selain aspek teknis, Kementerian Haji dan Umrah juga memperkuat sistem pengawasan untuk memastikan proses seleksi berjalan transparan. Salah satunya ditunjukkan melalui pembukaan segel ruang ujian nan sebelumnya dilakukan berbareng oleh panitia dari Kementerian Haji dan Umrah RI serta Inspektorat Jenderal (Itjen).
"Sebelum masuk ruangan, kita saksikan berbareng pembukaan segel. Ini artinya kita menjamin akuntabilitas penyelenggaraan CAT ini. Seluruh prosesnya diupayakan transparan, terbuka, dan akuntabel agar petugas nan dihasilkan adalah petugas nan terbaik," tegas Ihsan.
Seleksi CAT tahun ini diikuti 3.220 calon petugas dari unsur tenaga kesehatan (nakes). Mereka mengikuti ujian di 34 titik nan tersebar pada Kantor Regional (Kanreg) dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN di tingkat provinsi.
Sementara itu, di Kantor Pusat BKN Cililitan, sebanyak 204 peserta dijadwalkan mengikuti ujian. Namun, lantaran beragam alasan, peserta nan datang dan dapat melaksanakan CAT berjumlah 194 orang.
Pelaksanaan CAT menjadi tahap kedua dalam rangkaian seleksi PPIH 1448 H/2027 M. Sebelumnya, para peserta telah mengikuti seleksi administrasi.
Peserta nan sukses melewati tahapan CAT selanjutnya bakal menjalani pertimbangan kesehatan melalui Medical Check-Up (MCU). Mereka nan memenuhi persyaratan kemudian mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH selama satu bulan sebelum nantinya ditetapkan untuk menjalankan tugas dalam pelayanan jemaah haji. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·