Terapi Regeneratif Makin Dilirik, Digunakan untuk Estetika hingga Cedera Sendi

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Terapi Regeneratif Makin Dilirik, Digunakan untuk Estetika hingga Cedera Sendi Brawijaya Hospital resmi meluncurkan Brawijaya Regenerative Stem Cell Center, pusat jasa terapi regeneratif nan menghadirkan jasa untuk bagian estetika, bedah plastik, dan orthopedi di seluruh jaringan rumah sakit Brawijaya Hospital.(Dok. Brawijaya Hospital)

PEMANFAATAN terapi stem cell di bumi medis terus berkembang. Jika sebelumnya lebih banyak dikenal untuk kebutuhan riset maupun peremajaan kulit, terapi regeneratif berbasis sel hidup sekarang semakin banyak dimanfaatkan untuk membantu penanganan beragam kondisi, mulai dari cedera sendi dan jaringan, gangguan muskuloskeletal, hingga tindakan estetika nan berfokus pada regenerasi alami tubuh. Perkembangan tersebut membuka kesempatan baru dalam penanganan pasien melalui pendekatan nan lebih minim invasif. 

Di bagian orthopedi, misalnya, terapi stem cell mulai dimanfaatkan untuk membantu pemulihan cedera nan selama ini kerap memerlukan tindakan pembedahan besar.

Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi Konsultan Hip & Knee Brawijaya Hospital, Auliya Akbar, mengatakan stem cell beserta turunannya mempunyai keahlian merangsang regenerasi sekaligus membantu pemulihan sel-sel tubuh nan mengalami kerusakan.

"Stem cell dan turunannya mempunyai pengaruh regenerasi dan menstimulasi pemulihan sel-sel tubuh nan sakit. Aplikasinya luas, mulai dari regenerasi tendon, tulang rawan sendi (misalnya pada lutut), ligamen, meniskus, rotator cuff, hingga diskus tulang belakang nan mengalami cedera maupun robek," ujar Auliya.

Ia menambahkan, pemanfaatan stem cell di bagian orthopedi dan traumatologi juga telah mempunyai standar pelayanan nan ditetapkan Kementerian Kesehatan sehingga dapat dilakukan secara aman, efektif, dan terukur bagi masyarakat.

Tak hanya untuk penanganan gangguan muskuloskeletal, pemanfaatan stem cell juga semakin berkembang pada bagian estetika dan bedah plastik. Terapi ini digunakan untuk membantu proses regenerasi jaringan sehingga mendukung beragam tindakan, mulai dari peremajaan wajah (face rejuvenation), penanganan alopecia alias kebotakan, penyempurnaan kontur wajah (face contouring), hingga sebagai terapi pendukung pada pengobatan luka bakar dan luka kronis.

Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetika Brawijaya Hospital, Tasya Anggrahita, menjelaskan terapi berbasis stem cell bekerja dengan pendekatan nan berbeda dibandingkan sejumlah terapi estetika lainnya.

"Dibandingkan terapi skin booster lain seperti salmon DNA, terapi berbasis stem cell menawarkan pendekatan nan lebih komprehensif. Ia bekerja dengan mendukung regenerasi jaringan dari dalam, memperbaiki kerusakan di tingkat sel, dan menghasilkan growth factor nan berkedudukan dalam perbaikan dan peremajaan jaringan," kata Tasya.

Meski menawarkan beragam potensi manfaat, para master menegaskan bahwa terapi stem cell bukanlah tindakan nan dapat diberikan kepada semua pasien. Keamanan tetap menjadi prioritas utama melalui proses seleksi nan ketat sebelum terapi dilakukan.

Dokter Konselor Stem Cell Brawijaya Hospital, Venty Muliana Sari Soeroso, mengatakan setiap pasien wajib menjalani pertimbangan medis secara menyeluruh melalui metode Strict Patient Selection untuk memastikan terapi betul-betul sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

"Dalam setiap terapi stem cell, perihal nan paling utama adalah keamanan pasien. Setiap pasien menjalani pertimbangan terlebih dulu untuk memastikan terapi nan diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya, seluruh proses dilakukan secara hati-hati, mengikuti standar medis nan berlaku, dan menggunakan produk dari laboratorium bersertifikat CPOB," ujarnya.

Selain proses seleksi pasien, kualitas material sel juga dijaga melalui kerja sama dengan Laboratorium Regenic nan telah mengantongi sertifikasi Cara Pembuatan Obat nan Baik (CPOB). Seluruh tindakan dilakukan di lingkungan rumah sakit oleh tim master nan telah tersertifikasi dan berpengalaman.

Melihat semakin luasnya pemanfaatan terapi regeneratif tersebut, Brawijaya Hospital resmi meluncurkan Brawijaya Regenerative Stem Cell Center, pusat jasa terapi regeneratif nan menghadirkan jasa untuk bagian estetika, bedah plastik, dan orthopedi di seluruh jaringan rumah sakit Brawijaya Hospital. Selain stem cell, pusat jasa ini juga menghadirkan terapi secretome, ialah unsur aktif nan dihasilkan stem cell nan mengandung beragam growth factor untuk mendukung proses regenerasi dan pemulihan jaringan tubuh.

Presiden Direktur Brawijaya Hospital Group Devin Wirawan mengatakan peluncuran pusat jasa tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan teknologi terapi regeneratif nan dapat diakses masyarakat Indonesia.

"Kami mengintegrasikan teknologi regeneratif tercanggih dengan satu misi: meningkatkan kualitas hidup pasien secara nyata melalui pengobatan di tingkat seluler. Didukung tim mahir tersertifikasi dan standar keamanan nan ketat, kami berkomitmen menjadi pusat kelebihan medis berstandar dunia bagi setiap pasien," ujar Devin.

Melalui pusat jasa tersebut, Brawijaya Hospital berambisi pemanfaatan terapi regeneratif tidak hanya memperluas pilihan terapi bagi pasien, tetapi juga mendorong penerapan teknologi kedokteran berbasis bukti ilmiah nan mengedepankan keamanan, kualitas layanan, serta peningkatan kualitas hidup pasien. (E-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia