Jakarta, CNN Indonesia --
Warga di wilayah Pantai Indak Kapuk (PIK), Jakarta Utara mendapat support masker cuma-cuma buntut erupsi Gunung Anak Krakatau nan terjadi beberapa waktu lalu.
CEO Agung Sedayu Group, Richard Kusuma mengatakan support masker itu diberikan lantaran penduduk PIK menjadi golongan nan rentan terdampak paparan abu vulkanik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebut support itu juga sebagai corak kepedulian perusahaan terhadap penduduk nan menghadapi akibat bencana. Lewat pemberian masker itu, diharapkan dapat membantu masyarakat nan tengah menghadapi situasi sulit.
"Bencana mengajarkan kita pentingnya untuk selalu datang dan saling menguatkan. Agung Sedayu Group berkomitmen memberikan support nyata kepada masyarakat nan terdampak sebagai bagian kepedulian dan tanggung jawab sosial," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9).
Selain Richard, turut datang CEO Agung Sedayu Group lainnya, Natalia Kusumo. Ia mengatakan dengan adanya masker cuma-cuma itu dapat melindungi masyarakat dari paparan abu vulkanik sekaligus mendukung upaya menjaga kesehatan penduduk di wilayah terdampak.
"Melalui pembagian masker ini, kami berambisi dapat membantu memberikan perlindungan bagi masyarakat dari paparan abu vulkanik serta mendukung upaya menjaga kesehatan masyarakat di wilayah terdampak," tuturnya.
Sementara itu, Deputi CEO Agung Sedayu Group, Evelina Setiawan menyebut penanganan musibah memerlukan kerjasama dari seluruh pihak tidak ketinggalan perusahaan.
Ia mengaku pihaknya juga terus membangun koordinasi nan erat dengan pemerintah dan masyarakat agar setiap langkah penanganan musibah dapat melangkah secara terpadu.
Ia mengatakan Agung Sedayu Group juga terus memantau perkembangan kondisi di lapangan untuk memastikan support nan diberikan dapat melangkah efektif, cepat, dan tepat sasaran.
"Kami mau memastikan bahwa peran Agung Sedayu Group dalam mendukung penanggulangan musibah dapat berjalan secara efektif, cepat, dan tepat sasaran, sekaligus bisa merespons setiap perkembangan situasi nan terjadi di lapangan," ujarnya.
(tfq/fra)
55 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·