Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berganti pandangan mengenai sejumlah rumor internasional dan regional utama dalam pertemuan bilateral mereka di Beijing pada Kamis (14/5).
Berdasarkan keterangan komplit Kementerian Luar Negeri China, kedua pemimpin membahas situasi di Timur Tengah, krisis Ukraina, hingga perkembangan di Semenanjung Korea.
Keduanya juga sepakat untuk meningkatkan pemanfaatan jalur komunikasi politik, diplomatik, dan militer, serta memperluas kerja sama di beragam bagian seperti perdagangan, kesehatan, pertanian, pariwisata, budaya, dan penegakan hukum.
Dalam pertemuan tersebut, Xi turut menegaskan bahwa pihak AS kudu menangani rumor Taiwan dengan “sangat hati-hati”, dikutip dari Bloomberg.
Sementara itu, Xi menyebut hubungan bilateral China dan AS sekarang memasuki “posisi baru” setelah pertemuannya dengan Trump.
Mengutip Reuters, Xi mengatakan kedua pemimpin sepakat bahwa pembangunan hubungan nan konstruktif dan stabil secara strategis bakal menjadi pedoman bagi hubungan bilateral kedua negara dalam tiga tahun ke depan dan seterusnya.
Adapun kunjungan Trump ke Beijing ini menjadi lawatan pertama presiden AS ke China dalam nyaris satu dekade, setelah terakhir kali dia datang pada 2017.
Berbeda dari kunjungan sebelumnya, kali ini Trump datang tanpa istrinya, Melania Trump. Namun dia membawa sejumlah bos perusahaan teknologi besar Amerika Serikat, termasuk CEO NVIDIA Jensen Huang dan CEO Tesla Elon Musk.
Trump berambisi kunjungan ini menghasilkan kesepakatan upaya baru, terutama di sektor pertanian, penerbangan, dan teknologi.
56 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·