Temui Siswa Sekolah Rakyat, Prabowo: Kalau Diejek, Balas dengan Santun

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto memberikan motivasi dan pesan menyentuh kepada siswa Sekolah Rakyat. Menurut Presiden, kunci menuju keberhasilan adalah dengan menjaga kerukunan, menghormati guru, serta mencintai orang tua.

"Yang krusial hatimu teguh, hati kita baik. Kalau kita diejek, kita balas dengan sopan santun, semakin dihina, semakin kau teguh, semakin berani, semakin sopan," kata Prabowo dalam keterangan tertulis, Senin (8/6/2026).

Hal ini dia sampaikan saat memberikan pengarahan kepada siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden Prabowo didampingi Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya datang di letak sekitar pukul 11.40 WITA. Kedatangan rombongan disambut oleh penampilan yel-yel serta tari kecak, kemudian siswa juga menampilkan paduan suara, puisi, hingga pidato Bahasa Inggris.

Pada kesempatan ini, Prabowo juga berbincang dengan siswa, calon siswa, dan orang tua nan hadir. Beberapa di antaranya tampak gugup dan tidak menyangka bisa berbincang dengan Prabowo.

Salah satunya Gede Bagus Abimanyu, siswa SRMP 17 Tabanan. Dia datang dari family sederhana, ibunya bekerja sebagai asisten rumah tangga dan sejak mini telah ditinggal oleh ayahnya.

"Ibu saya merawat saya sendirian, dan dia selalu mengajarkan saya untuk selalu jujur, semangat, dan pantang menyerah," kata Bagus.

Bagus berbagi pengalaman sebelum dan setelah menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat. Sebelum masuk Sekolah Rakyat, dia mengaku sering mendapatkan perundungan dari teman-temannya saat SD nan membuatnya cukup trauma dan tidak percaya diri.

Namun di Sekolah Rakyat, trauma itu lenyap dan berganti menjadi harapan. Bahkan sekarang Bagus berani berbincang di hadapan Presiden, dan diberikan kesempatan menjadi personil Duta Anti Bullying di SRMP 17 Tabanan.

"Saya minta dengan gelar ini, saya dapat untuk mencegah bullying di Sekolah ini, dan dapat menjaga teman-teman saya agar tidak merasakan perihal nan saya rasakan sebelumnya," ujar Bagus seraya memeluk ibunya.

Suasana semakin hangat, ketika Presiden Prabowo beranjak dari tempat duduknya, kemudian menghampiri Bagus serta memeluknya. Prabowo menyampaikan bahwa dirinya senang dengan perkembangan Sekolah Rakyat.

"Saya ceria memandang perkembangan Sekolah Rakyat, tentunya upaya tetap sangat besar, lantaran nan butuh sekolah ini rupanya banyak," katanya.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dalam sambutannya menyampaikan tiga perihal nan tidak boleh terjadi di Sekolah Rakyat ialah perundungan alias bullying, kekerasan bentuk alias seksual, dan intoleransi.

"Ini dilarang keras, pelakunya bakal kita tindak tegas, dan pada saat itu pula bakal kita berhentikan," kata Gus Ipul didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.

Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan saat ini tengah berjalan pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen di 93 titik letak Seluruh Indonesia. Salah satunya di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali.

Gedung Sekolah Rakyat nan ada saat ini dialokasikan untuk 270 siswa baru, namun calon siswa nan terjangkau rupanya lebih dari 400 orang.

"Sekarang sudah lebih dari 400 peserta nan terjangkau, untuk SMP dan SMA sudah melampaui kapabilitas dan alokasi, sementara nan SD sedang berproses," tutupnya.

(anl/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News