Ilustrasi MRT.(Antara)
PT MRT Jakarta (Perseroda) memastikan penemuan arkeologi selama pembangunan MRT Jakarta Fase 2A tidak mengganggu sasaran penyelesaian proyek lantaran proses penyerahan temuan disesuaikan dengan tahapan pekerjaan bangunan di lapangan.
“Jadi, memang penyerahan temuan arkeologi itu kita sesuaikan juga dengan urutan progres pekerjaan di lapangan,” kata Project Management for Construction 2 MRT Jakarta Indra Gunawan usai penyerahan arkeologi dari proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A di Stasiun Jakarta-Kota, Jakarta, Kamis (15/10).
Indra mengatakan penyerahan temuan arkeologi dilakukan secara berjenjang mengikuti perkembangan pekerjaan. Hingga saat ini agenda pembangunan tetap sejalan dengan rencana nan telah ditetapkan.
Dalam pelaksanaannya, MRT Jakarta melibatkan tim mahir arkeologi untuk mengidentifikasi dan menangani benda-benda berhistoris nan ditemukan selama konstruksi, terutama di area Jakarta Kota nan mempunyai nilai sejarah tinggi.
Tim Ahli Arkeologi proyek MRT Jakarta Fase 2A Junus Satria Atmodjo mengatakan kerja sama tersebut memungkinkan pembangunan prasarana melangkah beriringan dengan upaya pelestarian sejarah. Ia mencontohkan temuan struktur bagian bawah Benteng Batavia nan mendorong perubahan kreasi proyek untuk melindungi bagian berhistoris tersebut.
“Contoh nan tadi saya sampaikan itu ketika ditemukan struktur bagian bawah dari Benteng Batavia nan lainnya sudah rusak, kemudian MRT mengubah desainnya. Itu mahal dan susah, tetapi itu dilakukan. Kenapa? Karena MRT menghormati sejarah Jakarta,” kata Junus.
Menurut dia, kerjasama antara pengelola proyek, arkeolog, dan pemerintah wilayah diperlukan agar pembangunan kota tetap memperhatikan keberadaan warisan budaya.
Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A merupakan proyek jalur bawah tanah nan menghubungkan Bundaran Hotel Indonesia hingga Kota. Proyek tersebut dibagi menjadi dua segmen, ialah segmen satu Bundaran HI-Harmoni nan ditargetkan selesai pada 2027 dan segmen dua Harmoni-Kota nan ditargetkan selesai pada 2029.
Berdasarkan info per 25 September 2026, progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A telah mencapai 65,10%, melampaui sasaran awal sebesar 63,04%. Proyek tersebut dibangun dengan biaya sekitar Rp25,3 triliun melalui biaya pinjaman dalam kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang. (Ant/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·