Tembus Rp 17 M, Laba PDAM Makassar Lampaui Target Tahunan Berkat Efisiensi

Sedang Trending 55 menit yang lalu

Jakarta -

Laba Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar tembus Rp 17,3 miliar hingga akhir Juli 2026. Laba tersebut diproyeksikan tumbuh minimal menjadi Rp 20 miliar pada Desember 2026.

"Melihat capaian sampai saat ini, secara pesimistis saja sampai akhir tahun untung perusahaan bisa mencapai sekitar Rp 20 miliar," ujar Plt Direktur Keuangan PDAM Makassar, Wirda Fauzah kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).

Wirda mengungkapkan bahwa capaian untung pada pertengahan tahun melangkah apalagi telah melampaui sasaran tahunan sebesar Rp 8,4 miliar nan telah ditetapkan sebelumnya. Dia pun mengungkap jurus jitu di kembali performa finansial perusahaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Peningkatan efektivitas keahlian operasional nan dibarengi dengan efisiensi shopping menjadi salah satu aspek utama nan mendorong peningkatan keahlian finansial PDAM Kota Makassar sepanjang 2026," jelasnya.

Lebih lanjut Wirda mengatakan bahwa berasas laporan finansial hingga Juni 2026, untung perusahaan telah mencapai Rp 15,9 miliar alias sekitar 188,8 persen dari sasaran tahunan. Sementara berasas laporan finansial hingga akhir Juli 2026, untung perusahaan telah meningkat menjadi Rp 17,3 miliar.

Capaian tersebut menunjukkan peningkatan nan signifikan dibandingkan periode nan sama pada 2025. Pada Juni 2025, untung PDAM Kota Makassar tercatat sekitar Rp 1,8 miliar. Sementara hingga akhir Desember 2025, untung perusahaan mencapai Rp 17,3 miliar.

"Efisiensi shopping dan rasio pegawai menjadi bagian nan sangat memengaruhi kondisi finansial perusahaan saat ini. Di sisi lain, shopping perusahaan juga kami arahkan untuk mendukung peningkatan mutu pelayanan kepada pelanggan," ujarnya.

Pengendalian shopping menjadi bagian krusial dalam menjaga keseimbangan antara keahlian finansial perusahaan dengan kebutuhan operasional. Dengan shopping nan lebih terkendali, sumber daya perusahaan dapat diarahkan secara lebih efektif untuk mendukung aktivitas nan memberikan akibat langsung terhadap pelayanan air bersih kepada masyarakat.

"Di sisi lain, peningkatan efektivitas keahlian juga terus didorong melalui optimasi produksi dan penguatan keahlian sumber daya manusia. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya manajemen untuk memastikan peningkatan produktivitas melangkah seiring dengan pengendalian biaya perusahaan," katanya.

Peningkatan untung tersebut juga berpotensi memberikan kontribusi nan lebih besar terhadap pendapatan wilayah melalui dividen nan disetorkan kepada Pemerintah Kota Makassar. Dengan demikian, peningkatan keahlian perusahaan tidak hanya berakibat terhadap kesehatan finansial PDAM, tetapi juga diharapkan memberikan faedah nan lebih luas bagi masyarakat Kota Makassar.

(ega/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News