Jakarta, CNBC Indonesia - PT Graha Sarana Duta (TelkomProperty), sebagai pengelola aset Telkom, terus mendukung langkah transformasi TelkomGroup dalam melakukan optimasi dan leveraging asset untuk meningkatkan produk vitas, menciptakan efisiensi operasional, serta kontribusi nan lebih optimal dari setiap anak perusahaan.
Direktur Utama TelkomProperty, Didit Sulistyo mengatakan, bahwa saat ini TelkomProperty tengah melakukan leveraging terhadap 3.010 aset nan dikelola di beragam letak dengan sekitar 50% telah sukses dioptimalisasi.
"Dalam pelaksanaannya, TelkomProperty terbuka terhadap kesempatan pemanfaatan aset oleh beragam pihak, termasuk calon mitra eksternal, melalui sistem upaya nan wajar dan proporsional secara Business to Business (B2B), dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola dan peraturan nan berlaku," ungkap dia dalam keterangan resmi, Sabtu (5/9/2026).
Sejalan dengan langkah tersebut, PT Telkom Landmark Tower (TLT), anak upaya TelkomProperty selaku pengelola gedung GMP, terus mendorong leveraging asset dengan membuka kesempatan untuk para mitra eksternal nan bakal menyewa aset gedung nan dimiliki TelkomGroup.
Direktur Utama TLT, Suratman menyampaikan, sebagai salah satu entitas pengelola aset proper di lingkungan TelkomGroup, optimasi aset merupakan bagian dari langkah leveraging asset nan sudah melangkah dalam proses upaya kami.
"Tentunya, kami bakal selalu berupaya memastikan produktivitas aset untuk dapat melayani kebutuhan TelkomGroup maupun mitra dan tenan eksternal lainnya dengan maksimal," jelas Suratman.
Dia mengatakan, rencana pemanfaatan dan penyewaan ruang di Graha Merah Putih oleh Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini tetap dalam proses negosiasi dan pembahasan lebih lanjut serta dikoordinasikan dengan pihak terkait.
"Kami berkomitmen menjaga kepastian dan keberlangsungan operasional para tenant nan berada di gedung tersebut. Setiap proses juga bakal dilakukan secara tertib dan terukur," tutup Suratman.
(bul/bul)
[Gambas:Video CNBC]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·