loading...
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini memaparkan progress perbaikan prasarana dan jasa TelkomGroup pada agenda Rapat Koordinasi Penanganan Gempa wilayah Nusa Tenggara Timur, berbareng jejeran pemerintah dan BUMN, di Labuan Bajo, Minggu (16/8).
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) tanggap melakukan langkah percepatan pemulihan jasa telekomunikasi dan digital pasca gempa bumi nan melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8). Bencana nan terjadi menyebabkan terganggunya sejumlah prasarana telekomunikasi TelkomGroup nan berakibat pada penurunan kualitas jasa mobile dan fixed broadband serta jasa digital lainnya di beberapa titik terdampak. Dengan mengutamakan keselamatan personel, TelkomGroup mengerahkan sumber daya teknis serta mengoptimalkan sistem suplai listrik persediaan untuk menjaga konektivitas masyarakat tetap tersedia di tengah kondisi darurat.
“Alhamdulillah trafik sudah berangsur normal, walaupun pada awalnya terdapat sekitar 50% BTS Telkomsel terganggu, tapi saat ini sejalan dengan upaya percepatan perbaikan nan kami lakukan dan listrik nan mulai kembali, sebagian besar sudah pulih. Telkom berkomitmen untuk melakukan perbaikan secara cepat, aman, dan terkoordinasi sekaligus memperkuat ketahanan jaringan melalui backup,” ujar Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, pada agenda Rakor Penanganan Gempa wilayah Nusa Tenggara Timur, Minggu (16/8).
Sebanyak 85% dari total 735 site BTS Telkomsel telah kembali beroperasi, sementara sisanya tetap dalam proses penanganan. Pemulihan terus diprioritaskan di sejumlah wilayah terdampak, antara lain Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai, Manggarai Barat, Alor, Ende, dan Ngada, dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan kesiapan prasarana pendukung.
Progres tersebut menunjukkan proses pemulihan nan berjalan cepat, di mana sekitar 400 BTS dan 2.600 pengguna IndiHome (fixed broadband) nan sempat terdampak pada awal gempa telah dipulihkan dalam waktu kurang dari 24 jam. Kondisi jasa juga berangsur baik, saat ini sebanyak 16.788 alias sebesar 98,3% dari total 17.062 pengguna IndiHome telah terlayani, sementara lainnya tetap dalam proses pemulihan jasa secara bertahap.
Dari sisi prasarana utama, jaringan backbone TelkomGroup tetap berfaedah dengan baik berkah adanya jalur persediaan nan menjaga jasa tetap berjalan. Namun demikian, putusnya sejumlah fiber optik di darat dan laut menyebabkan kapabilitas jasa di beberapa titik mengalami penurunan. Secara umum, jaringan TelkomGroup tetap dalam kondisi aman, sementara perbaikan pada prasarana terdampak dan optimasi jalur persediaan dilakukan untuk memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga.
Guna mempercepat proses pemulihan, 300 tim teknis TelkomGroup bergerak di wilayah terdampak untuk melakukan asesmen, pemulihan jaringan, serta penanganan prasarana pendukung dengan berkoordinasi berbareng pihak-pihak terkait. Upaya tersebut dilakukan secara berjenjang dengan tetap mengutamakan titik prioritas dan keselamatan personel dan masyarakat sekitar. TelkomGroup juga terus memaksimalkan sumber daya listrik berdikari berupa genset bergerak dan genset tetap di masing-masing area. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlangsungan jasa sekaligus mendukung percepatan pemulihan sembari menunggu normalisasi pasokan listrik.
Dalam menjalankan proses pemulihan, TelkomGroup turut memperkuat sinergi dengan Danantara Indonesia, BP BUMN, Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, BUMN, BNPB dan BPBD, TNI/Polri, pemerintah daerah, serta mitra dan relawan. Kolaborasi dilakukan untuk mendukung percepatan pemulihan jasa sekaligus memastikan penanganan di lapangan melangkah kondusif dan terkoordinasi.
4 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·