Tel-U Percayakan Pengelolaan Dana Abadi kepada Badan Wakaf Indonesia Melalui SBSN

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Tel-U Percayakan Pengelolaan Dana Abadi kepada Badan Wakaf Indonesia Melalui SBSN Telkom University (Tel-U) menjalin kerja sama dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) untuk kelola biaya kekal universitas.(Dok.Istimewa)


TELKOM University (Tel-U) melalui Direktorat Pengelola Dana Abadi (PDA) menjalin kerja sama dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) dalam pengelolaan investasi Dana Abadi (Endowment Fund) universitas. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan investasi Dana Abadi Tel-U, pada instrumen syariah Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) alias Sukuk Negara Private Placement nan berjalan pada Rabu (3/6) lalu.

Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis Tel-U dalam memperkuat kemandirian finansial lembaga sekaligus memperluas akibat keberlanjutan pendidikan melalui pengelolaan biaya nan aman, transparan dan akuntabel. Sejak dibentuk pada 2017, Dana Abadi Tel-U terus menunjukkan pertumbuhan nan positif. Hingga Mei 2026, total biaya pokok nan dikelola telah mencapai Rp57,5 miliar.

Rektor Tel-U Suyanto menyatakan, untuk meningkatkan produktivitas biaya sekaligus menjaga prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan investasi, Direktorat Pengelola Dana Abadi Tel-U, atas persetujuan ketua universitas dan pengarahan investasi Dewan Pengarah Dana Abadi Yayasan Pendidikan Telkom, melakukan realokasi sebagian portofolio dari instrumen simpanan ke Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

"Sebagai tahap awal, Tel-U menempatkan biaya sebesar Rp11,5 miliar pada instrumen Sukuk Negara Private Placement, melalui kemitraan dengan Badan Wakaf Indonesia. Langkah rebalancing portofolio ini diproyeksikan bisa meningkatkan pendapatan investasi secara signifikan," jelasnya.

Suyanto menyebut, berasas penawaran investasi nan tersedia, instrumen SBSN tersebut menawarkan perkiraan tingkat imbal hasil kompetitif pada kisaran 6,5 hingga 6,9 persen per tahun. Dengan strategi investasi ini, Tel-U menargetkan perolehan net return investasi hingga Rp2,5 miliar pada akhir 2026.

PERLUAS DAMPAK
Suyanto menegaskan bahwa prinsip Dana Abadi tidak hanya terletak pada penghimpunan dana, tetapi juga pada keahlian biaya tersebut untuk terus berkembang dan memberikan faedah berkepanjangan bagi masyarakat. 

Untuk diketahui sepanjang periode 2017–2026, Dana Abadi Tel-U telah menyalurkan faedah senilai Rp2,13 miliar kepada 4.783 penerima manfaat. Sebanyak 78,6 persen dari total penyaluran dialokasikan untuk program danasiwa pendidikan, guna membantu mahasiswa menyelesaikan studi tanpa terkendala aspek ekonomi. 

"Sedangkan 21,4% sisanya disalurkan untuk mendukung riset pengajar dan mahasiswa, aktivitas pengabdian kepada masyarakat serta beragam program sosial nan melibatkan sivitas akademika," ungkapnya.

Menurut Suyanto, melalui optimasi pengelolaan biaya melalui Sukuk Negara, Tel-U berambisi dapat memperkuat skema pendanaan berkepanjangan nan berakibat langsung pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Ke depan, hasil pengelolaan Dana Abadi bakal dimanfaatkan untuk memperluas kuota beasiswa, mendukung percepatan riset nan relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat, serta memperkuat beragam program pengembangan kapabilitas mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni dan organisasi kampus.

"Kolaborasi antara Telkom University dan Badan Wakaf Indonesia juga menjadi contoh sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan lembaga filantropi Islam nasional dalam membangun ekosistem finansial nan berkelanjutan," jelasnya.

Sebagai instrumen nan dijamin oleh negara kata Suyanto, SBSN menawarkan tingkat keamanan investasi nan tinggi sekaligus selaras dengan prinsip-prinsip finansial syariah. Melalui pendekatan growth with purpose, Tel-U tidak hanya memperkuat fondasi finansial institusi, tetapi juga memastikan bahwa faedah ekonomi nan dihasilkan dapat terus dikonversi menjadi akibat sosial nan nyata.

"Dengan Dana Abadi nan terus tumbuh dan dikelola secara profesional, Telkom University berkomitmen menjaga akses pendidikan berkualitas, memperkuat inovasi, serta menciptakan faedah nan berkepanjangan bagi generasi mendatang," tandasnya.

Untuk ketahui Direktorat Pengelola Dana Abadi Tel-U bekerja menghimpun, mengelola dan menyalurkan biaya investasi kekal nan berasal dari alumni, mitra industri, serta sivitas akademika. Melalui tata kelola nan transparan dan akuntabel, direktorat ini berkedudukan dalam menjaga keberlanjutan pendanaan pendidikan, mendukung pengembangan akademik serta menciptakan akibat sosial nan berkepanjangan bagi masyarakat Indonesia. (E-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia