Teknologi Pemusnah Sampah TPS Ciwastra Bandung Mampu Olah 5 Ton per Jam

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Teknologi Pemusnah Sampah TPS Ciwastra Bandung Mampu Olah 5 Ton per Jam Ilustrasi(Dok. Diskominfo Kota Bandung )

Teknologi pemusnah sampah nan dikembangkan atas prakarsa Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) sekarang resmi beraksi di Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Ciwastra, Kota Bandung. Alat inovatif ini mempunyai kapabilitas pengolahan nan signifikan, ialah mencapai lima ton sampah per jam.

Informasi tersebut disampaikan oleh Kasubdis Uji Dislitbangad, Yayat Priatna, saat mendampingi kunjungan KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak ke TPS Ciwastra pada Jumat (4/9). Dalam peninjauan tersebut, KSAD turut didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Iskandar Zulkarnain, jejeran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, serta unsur kewilayahan setempat.

Mekanisme Pengolahan dan Kapasitas

Yayat menjelaskan bahwa kapabilitas lima ton per jam tersebut dicapai melalui dua tahap pengisian. Pada tahap pertama, perangkat bakal menampung sekitar tiga ton sampah. Setelah proses pembakaran berjalan selama 30 hingga 35 menit, dilakukan pengisian ulang sebanyak dua ton.

“Alat ini memang kapasitasnya lima ton per jam, tetapi itu dalam dua kali pengisian. Pengisian pertama sekitar tiga ton, kemudian setelah 30 sampai 35 menit diisi ulang dua ton,” terang Yayat.

Pengembangan teknologi ini merupakan petunjuk langsung dari KSAD nan menginginkan solusi pengolahan sampah skala besar. Selain unggul dalam kapasitas, perangkat ini dirancang efisien dengan memanfaatkan oli jejak sebagai bahan bakar utama, dengan kebutuhan sekitar dua hingga tiga liter per jam. Untuk mendukung operasional, letak TPS juga telah dilengkapi sumur lantaran kebutuhan air nan relatif besar dalam prosesnya.

Efisiensi Energi dan Ramah Lingkungan

Salah satu kelebihan teknologi ini adalah sistem pemanfaatan panas (heat recovery). Panas nan dihasilkan dari proses pemusnahan sampah tidak dibuang percuma, melainkan dialirkan untuk mendukung sistem mesin uap. Energi uap ini digunakan untuk menggerakkan konveyor dan perangkat pemilah sampah, sehingga mengurangi ketergantungan pada daya listrik.

Terkait akibat lingkungan, perangkat ini dilengkapi dengan sistem dry scrubber untuk pengendalian asap. Sistem ini didukung oleh dua tangki air besar dan tabung air pada bagian kompor nan berfaedah menekan emisi gas buang.

Hasil Uji Emisi: Teknologi ini telah dinyatakan lulus uji emisi oleh PT Sucofindo dengan fasilitasi dari DLH Kota Bandung, sehingga kondusif untuk dioperasikan di lingkungan perkotaan.

Kolaborasi Operasional

Dalam operasional harian, pengelolaan perangkat ini melibatkan kerjasama antara TNI AD dan Pemerintah Kota Bandung. Personel DLH Kota Bandung bertindak sebagai operator lapangan nan sekarang telah bisa melakukan perbaikan ringan secara mandiri. Sementara itu, personel Dislitbangad tetap melakukan pengawasan rutin dan bakal turun tangan jika diperlukan perbaikan skala besar.

Kunjungan Jenderal Maruli Simanjuntak ke TPS Ciwastra ini menegaskan komitmen TNI AD dalam membantu pemerintah wilayah mengatasi persoalan sampah, khususnya di Kota Bandung, melalui pendekatan teknologi nan tepat guna dan berkelanjutan. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia