Jakarta, CNBC Indonesia - PT Taspen (Persero) melakukan kick off Bulan Dana Pensiun Tahun 2026 pada hari ini, Minggu (6/9). Kegiatan ini bermaksud untuk meningkatkan kesadaran peserta bakal pentingnya perencanaan finansial dan persiapan masa pensiun sejak dini.
Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli, mengungkapkan pihaknya menyambut inisiatif tersebut. Apalagi mengingat tingginya jumlah angkatan tenaga kerja nan mencapai 155 juta termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 60% angkatan kerja merupakan pekerja formal. Hal ini pun menjadi tantangan bagi pemerintah untuk meningkatkan kesadaran bakal persiapan biaya pensiun.
"Semangat nan kita dengar hari ini, masa mudanya produktif dan kemudian masa muda berkarya dan kemudian pada saat tua senang dan mendapatkan perlindungan. Jadi kami dari Kementerian ketenagakerjaan sekali lagi ini sejalan dengan upaya kita untuk terus meningkatkan perlindungan kepada para angkatan kerja kita," tambah Yassierli dalam Kick Off Bulan Dana Pensiun 2026 Jakarta, Minggu (6/9/2026).
Dalam kesempatan nan sama, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menyambut inisiatif tersebut karena aktivitas ini membangun kesadaran berbareng bakal masa pensiun.
"Saya tertarik dengan tema hari ini, mudah berkarya, tua bahagia. Jadi kalimatnya sederhana, tapi mempunyai pesan nan sangat krusial untuk menjalankan masa tua dengan sehat," papar Rini.
Dia mengungkapkan biaya pensiun perlu untuk disiapkan selagi tetap produktif bekerja, bukan ketika bakal berakhir bekerja.
"Jadi pengetahuan selama puluhan tahun kita bekerja tentunya bisa dimanfaatkan sekarang untuk family dan masyarakat. Oleh lantaran itu, tentunya kesiapan ini perlu disiapkan dari sebelum kita pensiun," ungkap dia.
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan Bulan Dana Pensiun 2026 merupakan inisiatif nan digelar Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan sosialisasi biaya pensiun kepada masyarakat.
Dia menjelaskan bahwa saat ini tetap banyak masyarakat nan belum mempersiapkan biaya pensiun. Di mana perulangan untuk biaya pensiun baru mencapai 22% dan di bawah tingkat literasi keuangan.
"Ini adalah PR kita semua antara OJK, regulator, pemerintah, kemudian dengan asosiasi biaya pensiun, kemudian perusahaan-perusahaan nan bergerak di bagian biaya pensiun untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa biaya pensiun itu kudu disiapkan dari, apalagi sejak pertama orang mulai bekerja. Sejak pertama orang bekerja itu kudu sudah memikirkan tentang biaya pensiun," kata dia.
Menurut dia, Bulan Dana Pensiun bakal diselenggarakan secara serentak di beberapa kota di Indonesia. Mengusung tema "Muda Berkarya, Tua Bahagia", Bulan Dana Pensiun digelar dengan beragam aktivitas edukatif, interaktif, dan inspiratif untuk mendorong style hidup sehat serta mewujudkan masa depan nan lebih sejahtera.
"Ini adalah upaya kita berbareng dan ini bakal dilaksanakan serentak di beberapa kota di Indonesia. Ada seribu aktivitas di Bulan Dana Pensiun ini nan tentunya kelak minta support teman-teman," tambah Friderica.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Ogi Prastomiyono menambahkan Bulan Dana Pensiun 2026 bakal digelar di tiga kota ialah Jakarta, Semarang, dan Bandung. Dia menjelaskan program biaya pensiun dapat dilakukan oleh perusahaan melalui biaya pensiun pemberi kerja (DPPK), biaya pensiun lembaga finansial (DPLK), dan nan diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan Taspen, dan oleh Asabri.
"Kolaborasi pada hari ini menunjukkan bahwa semua pihak mau mendorong agar biaya pensiun Indonesia itu lebih besar dan mencakup seluruh masyarakat baik pekerja maupun pekerja berdikari dan seluruh masyarakat. Kita berambisi bahwa biaya pensiun Indonesia ke depan bakal lebih baik Masyarakat bakal lebih terlindungi pada masa pensiun," tambah Ogi.
Direktur Operasional TASPEN Tribuna Phitera Djaja menjelaskan untuk pertama kalinya Bulan Dana Pensiun datang sebagai aktivitas kolaboratif dalam meningkatkan literasi, inklusi, dan kepesertaan biaya pensiun. Kegiatan ini membujuk masyarakat mempersiapkan masa pensiun sejak awal melalui beberapa aktivitas edukatif dan inspiratif.
"Sejalan dengan perihal tersebut, Taspen sebagai perusahaan asuransi sosial bagi ASN berkomitmen untuk terus meningkatkan awareness dan mendorong kesiapan pensiun sejadi ini, unik bagi ASN menuju masa pensiun nan sejahtera," terang dia.
(rah/rah)
[Gambas:Video CNBC]
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·