Targetkan Keluar dari Middle Income Trap, Mendagri Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Mendagri Tito Karnavian sorong penguatan empat komponen utama pertumbuhan ekonomi guna targetkan Indonesia keluar dari middle income trap dalam Rakor di Jakarta, Senin (7/9/2026). Foto: Kemendagri RI

Pemerintah terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah (middle income trap). Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan, negara-negara nan sukses menjadi negara maju umumnya bisa melewati fase tersebut setelah mencapai pertumbuhan ekonomi nan tinggi.

Untuk mencapai sasaran tersebut, Mendagri menekankan pentingnya penguatan empat komponen utama pertumbuhan ekonomi nan perlu dioptimalkan secara berbareng oleh pemerintah pusat dan pemerintah wilayah (Pemda). Penekanan ini disampaikan Mendagri saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi nan dirangkaikan dengan Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota Triwulan II Tahun 2026 di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (7/9/2026).

"Spesifik mengenai masalah pertumbuhan ekonomi dan kita bakal betul-betul kawal juga sama-sama. Karena kita mau keluar dari negara berkembang, terjebak pada pendapatan kelas menengah, middle income trap. Salah satu kuncinya adalah pertumbuhan ekonomi kudu tinggi, jika perlu double digit," katanya.

Lebih lanjut, Mendagri menjelaskan empat komponen utama nan perlu diperkuat. Pertama, konsumsi rumah tangga. Tingginya konsumsi rumah tangga mencerminkan kuatnya daya beli masyarakat. Sebaliknya, ketika daya beli melemah, konsumsi rumah tangga turut mengalami penurunan.

"Itu menyumbang nyaris 50 persen nomor pertumbuhan ekonomi. Apakah masyarakat mempunyai daya beli, sehingga mereka belanja, konsumsi. Itu menjadi penyumbang terbesar, dan ini melibatkan pemerintah pusat maupun daerah," jelasnya.

Kedua, shopping pemerintah, baik pusat maupun daerah. Mendagri menekankan pentingnya memastikan realisasi shopping pemerintah melangkah sesuai target. Kemendagri pun secara berkala mengevaluasi realisasi shopping setiap daerah. Daerah dengan realisasi shopping nan tetap rendah bakal mendapatkan perhatian dan pengingat dari pemerintah. Dalam proses tersebut, Kemendagri juga menurunkan tim untuk melakukan pemantauan.

"Belanja pemerintah sangat penting, lantaran untuk meyakinkan bahwa duit pemerintah beredar di masyarakat, dan bisa memancing, menstimulan sektor swasta," ujarnya.

Ketiga, investasi dalam negeri maupun luar negeri. Mendagri mengatakan, peningkatan investasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pembukaan lapangan kerja, penambahan modal, serta peningkatan perputaran duit di masyarakat. Karena itu, investasi menjadi salah satu komponen krusial nan perlu terus didorong oleh pemerintah pusat dan daerah.

"Kunci adalah gimana wilayah bisa mempermudah investasi, mengundang investor, dan lain-lain agar hidup," ucapnya.

Keempat, nilai ekspor nan lebih tinggi daripada impor. Mendagri menilai pemerintah pusat dan wilayah perlu mendorong pengusaha, produsen, serta pelaku UMKM agar semakin berorientasi pada pasar ekspor. Pemda juga berkedudukan dalam mengidentifikasi dan mendorong sektor-sektor unggulan nan mempunyai potensi menembus pasar internasional.

"Kalau ekspor lebih banyak daripada impor, otomatis kita bakal mempunyai devisa, kita surplus dalam perdagangan internasional. Itu bakal memberikan pertumbuhan ekonomi kita menyumbang [kenaikan], angkanya bakal menjadi terdongkrak," tandasnya.

Turut datang pada Rakor tersebut, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan di Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa, serta Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi II Bidang Perekonomian dan Pangan di Kantor Staf Presiden (KSP) Popy Rufaidah.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan