
Dapat Bantuan Perbaikan Rumah, Otomatis Tak Lagi Berhak Bansos? Ini Jawaban BPS (Foto: Okezone)
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan status penerima support sosial (bansos) nan mendapat support perbaikan rumah dari pemerintah alias Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). BPS menyebut kondisi rumah nan membaik dapat memengaruhi ranking alias golongan desil kesejahteraan penerima.
Meski demikian, perbaikan kondisi rumah tidak serta-merta membikin golongan desil seseorang berubah. Sebab, terdapat 39 variabel nan menjadi dasar dalam menentukan ranking alias golongan status kesejahteraan masyarakat.
Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Nashrul Wajdi mengatakan, andaikan kondisi rumah penerima membaik setelah mendapatkan bantuan, perihal tersebut memang berpotensi memengaruhi ranking desil. Namun, perubahan desil tersebut tidak otomatis menentukan apakah penerima tetap berkuasa mendapatkan bansos.
"Jadi termasuk tadi ketika kemudian rumahnya, bisa jadi sudah diperbarui tuh, bisa jadi desilnya naik. Tapi apakah kemudian memengaruhi bansosnya? Lagi-lagi kelak tergantung kebijakan dari kementeriannya," jelas Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Nashrul Wajdi, Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Dia menjelaskan, penerima support perbaikan rumah biasanya bakal diberikan penandaan alias kode khusus. Hal tersebut menjadi bagian dari info nan dapat digunakan dalam penyelenggaraan kebijakan support oleh kementerian terkait.
"Kan dia sudah dapat BSPS, sudah dapat misalkan, bisa jadi kelak di-flagging gitu dikasih apa dikasih kode unik gitu. Jadi bisa jadi memengaruhi ranking desil, tapi maksud saya lantaran kondisi rumahnya nan sudah naik gitu. Tetapi apakah dia dapat support alias tidak itu lagi-lagi tergantung dari kebijakan dari kementeriannya," tutur dia.
Menurut Nashrul, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemeringkatan kesejahteraan dan kebijakan penyaluran bansos merupakan dua perihal nan perlu dibedakan. Perubahan kondisi sosial ekonomi seseorang dapat memengaruhi posisi desilnya, sedangkan keputusan mengenai pemberian bansos tetap mengikuti kebijakan kementerian nan menjalankan program tersebut.
Hal serupa juga bertindak bagi masyarakat nan secara pemeringkatan masuk dalam golongan desil nan berkuasa menerima bansos, tetapi kemudian masuk dalam daftar nan dikecualikan berasas kebijakan kementerian.
Nashrul mencontohkan penerima bansos nan berada di desil 1 tetapi terindikasi bermain gambling online. Meskipun secara tingkat kesejahteraan tetap berada di desil 1, penerima tersebut dapat dicoret dari daftar penerima support berasas kebijakan Kementerian Sosial.
"Contohnya apa? nan judol (judi online). Begitu dia judol walaupun dia desil satu layak dapat bantuan, kan kebijakan teman-teman Kemensos itu kemudian jadi dicoret, gitu. Itu negative list namanya. Tapi apakah nan judol itu kemudian desilnya jadi naik? Nggak. Desilnya bisa jadi tetap dia desil satu, gitu," tandas dia.
Dengan demikian, penerima support perbaikan rumah tidak otomatis kehilangan kewenangan atas bansos hanya lantaran kondisi rumahnya membaik alias golongan desilnya berubah. Penentuan penerima bansos tetap berjuntai pada kebijakan dan ketentuan program dari kementerian terkait.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·