Ilustrasi(Dok Istimewa)
WOSPAC Indonesia menilai pembinaan usia awal dan penguatan ekosistem sepak bola menjadi langkah krusial untuk mendukung sasaran Timnas Indonesia tampil di Piala Dunia pada masa mendatang.
Di tengah absennya Timnas Indonesia dari putaran final Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, angan agar Skuad Garuda tampil di arena tertinggi sepak bola bumi tetap menguat.
WOSPAC (World Sport Academy) Indonesia menawarkan pendekatan pembinaan jangka panjang melalui pengembangan talenta muda dan integrasi pendidikan sebagai upaya mendukung kemajuan sepak bola nasional.
Gagasan tersebut disampaikan CEO WOSPAC Indonesia Benhard Sitorus dalam webinar nasional bertema 'Piala Dunia dan Masa Depan Sepakbola Indonesia' nan digagas Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat melalui Forum Diskusi Denpasar 12 jenis ke-280 pada Rabu (24/6).
Benhard menegaskan pembinaan usia muda menjadi aspek penentu masa depan prestasi sepak bola Indonesia.
"WOSPAC datang bukan untuk mengubah metodologi lokal, melainkan membawa talenta Indonesia langsung ke pusat ekosistem sepak bola terbaik di dunia," ujar Benhard dalam keterangannya.
Menurut Benhard, program tersebut tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga memberi kesempatan pemain muda berkompetisi di liga resmi dan membuka akses menuju jejaring pencari bakat, agen, serta klub di Eropa.
Ia menambahkan kerjasama menjadi aspek krusial dalam membangun fondasi sepak bola nasional.
"WOSPAC Indonesia menjadi solusi jangka panjang dan melengkapi program PSSI. Diperlukan kerjasama strategis dalam membangun roadmap pembinaan usia awal berbasis model akademi dunia," tambahnya.
WOSPAC menyebut telah melahirkan sejumlah pemain bimbingan seperti David Raya, Keita Balde, dan Jordi Alba.
Sebagai catatan, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menargetkan Timnas putra lolos ke Piala Dunia 2034 dan Timnas putri pada 2038 sebagai bagian dari roadmap menuju Indonesia Emas 2045 nan telah diserahkan kepada FIFA.
Menutup diskusi, pemandu aktivitas Tantri Moerdopo menyampaikan optimisme terhadap masa depan sepak bola nasional.
"Kita jadi optimis bahwa untuk tampil ke Piala Dunia bukan sekadar mimpi melainkan sasaran nan bisa dicapai melalui dedikasi dan konsistensi untuk mewujudkannya," katanya.(H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·