Target Iklim Berbasis Sains Kian Dilirik untuk Wujudkan Net-Zero

Sedang Trending 12 jam yang lalu
Target Iklim Berbasis Sains Kian Dilirik untuk Wujudkan Net-Zero Ilustrasi(Dok Istimewa )

KOMITMEN bumi upaya menuju emisi nol bersih (net-zero emissions) sekarang tidak lagi cukup hanya berupa deklarasi. Perusahaan semakin didorong menetapkan sasaran pengurangan emisi nan terukur dan berbasis sains agar selaras dengan upaya dunia membatasi laju perubahan iklim. Pendekatan ini dinilai krusial untuk memastikan agenda dekarbonisasi melangkah secara kredibel, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Salah satu perusahaan nan memperkuat komitmen tersebut adalah BDO di Indonesia, nan mengumumkan sasaran pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) berbasis sains jangka pendek dan jangka panjangnya telah divalidasi serta disetujui oleh Science Based Targets initiative (SBTi). Persetujuan tersebut menjadi tonggak krusial dalam perjalanan keberlanjutan perusahaan menuju ekonomi net-zero.

Berdasarkan hasil pengesahan SBTi, BDO di Indonesia berkomitmen menurunkan emisi GRK cakupan 1 dan cakupan 2 sebesar 42% pada 2030 dengan tahun dasar 2025, sekaligus mengukur dan mengurangi emisi cakupan 3. Dalam jangka panjang, perusahaan juga menargetkan mencapai net-zero pada 2050, dengan komitmen mengurangi emisi cakupan 1, 2, dan 3 hingga 90% dibandingkan tahun dasar 2025.

CEO BDO di Indonesia, Thano Tanubrata, mengatakan persetujuan sasaran suasana oleh SBTi menjadi bukti komitmen perusahaan dalam mendukung transisi menuju praktik upaya nan lebih berkelanjutan.

“Persetujuan sasaran suasana kami oleh SBTi merupakan bukti nyata dari komitmen BDO di Indonesia dalam memimpin transisi menuju praktik upaya nan berkelanjutan. Sebagai firma profesional, kami menyadari bahwa tanggung jawab kami tidak hanya memberikan jasa terbaik bagi klien, tetapi juga memastikan operasional kami selaras dengan upaya dunia dalam membatasi pemanasan bumi. Ini adalah komitmen jangka panjang untuk masa depan kita bersama,” ujar Thano.

Menurutnya, penerapan sasaran berbasis sains menjadi bagian dari upaya perusahaan memastikan agenda keberlanjutan dijalankan secara konsisten, sekaligus mendukung pencapaian sasaran suasana global.

ESG Partner BDO di Indonesia, Johan Sebastian, menilai pencapaian tersebut juga mencerminkan komitmen perusahaan untuk menerapkan prinsip lead by example. Sebagai perusahaan nan mendampingi beragam organisasi dalam menjalankan transformasi keberlanjutan, BDO memandang krusial untuk terlebih dulu menerapkan praktik dekarbonisasi di internal perusahaan.

“Pencapaian pengesahan SBTi ini membuktikan tekad kami untuk memimpin melalui keteladanan (lead by example). Sebagai konsultan nan membantu beragam perusahaan bertransisi menuju praktik upaya nan berkelanjutan, sangat krusial bagi kami untuk mengukur, mengelola, dan mengurangi jejak karbon kami sendiri secara andal terlebih dahulu. Kami berambisi langkah nyata BDO di Indonesia ini dapat menginspirasi dan mendorong lebih banyak pelaku upaya di Indonesia untuk bersama-sama mengakselerasi agenda dekarbonisasi mereka secara terstruktur dan terukur,” katanya.

Sementara itu, ESG Expert BDO di Indonesia, Amandari, mengatakan penyelarasan sasaran penurunan emisi dengan standar berbasis sains merupakan bagian dari upaya memastikan setiap langkah dekarbonisasi dilakukan melalui pendekatan nan andal dan terukur.

“Menyelaraskan sasaran penurunan emisi dengan standar berbasis sains merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan bahwa langkah-langkah dekarbonisasi nan diambil didasarkan pada pendekatan nan andal dan terukur. Validasi dari SBTi menjadi tonggak krusial nan memperkuat arah perjalanan kami menuju masa depan rendah karbon. Meskipun tantangan tetap bakal terus berkembang, kami berkomitmen untuk secara konsisten mengembangkan dan menerapkan beragam inisiatif nan mendukung pencapaian sasaran pengurangan emisi jangka panjang hingga tahun 2050,” ujarnya.

BDO di Indonesia menyatakan dekarbonisasi menjadi salah satu komponen utama dalam strategi keberlanjutan perusahaan. Sejalan dengan kerangka kerja SBTi, perusahaan bakal terus mengidentifikasi dan mengimplementasikan beragam kesempatan pengurangan emisi dari aktivitas operasional. Emisi residual nan tetap tersisa saat sasaran net-zero tercapai nantinya bakal dikelola melalui sistem netralisasi nan sesuai dengan prinsip dan standar nan berlaku.

Selain menjalankan komitmen di internal perusahaan, BDO di Indonesia juga terus mendampingi beragam organisasi dalam proses transisi menuju upaya berkepanjangan melalui jasa konsultasi Environmental, Social, and Governance (ESG). Layanan tersebut mencakup penyusunan peta jalan keberlanjutan, inventarisasi emisi gas rumah kaca untuk cakupan 1, 2, dan 3, hingga penyusunan laporan keberlanjutan nan merujuk pada standar pelaporan nasional maupun internasional.

Science Based Targets initiative (SBTi) merupakan organisasi tindakan suasana nan membantu perusahaan di seluruh bumi menetapkan sasaran pengurangan emisi berbasis sains agar sejalan dengan upaya menjaga kenaikan suhu dunia dan mencapai sasaran net-zero paling lambat pada 2050. Organisasi ini berkolaborasi dengan CDP, United Nations Global Compact, We Mean Business Coalition, World Resources Institute (WRI), dan World Wide Fund for Nature (WWF). (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia